Investing in Women Pilih Founder TransTRACK Anggia Meisesari dalam GLI in Action Case Study

Senin 20 Jul 2026, 19:52 WIB
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari. (Sumber: Istimewa)
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, meraih pengakuan internasional setelah terpilih sebagai satu dari tiga pengusaha perempuan di Asia Tenggara yang masuk dalam GLI in Action Case Study Series yang diluncurkan oleh Investing in Women.

Program yang didukung Pemerintah Australia melalui Australian Aid tersebut digelar dalam rangka memperingati Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSME) Day.

Pengakuan tersebut diberikan atas kepemimpinan Anggia dalam membangun TransTRACK sebagai perusahaan teknologi (tech enabler) yang mendorong digitalisasi industri logistik melalui solusi Fleet Operation Optimizer dan Supply Chain Integrator.

Di bawah kepemimpinannya, TransTRACK berkembang menjadi perusahaan teknologi yang menghadirkan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional armada kendaraan dan pengelolaan rantai pasok di berbagai sektor industri.

Baca Juga: Bocoran Google Pixel 11a: Pakai Tensor G6, Baterai Lebih Besar dan Layar 120Hz

Saat ini, TransTRACK telah dipercaya oleh lebih dari 1.200 pelanggan korporasi yang tersebar di Asia Tenggara, Australia, hingga Timur Tengah.

Perusahaan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta analitik data untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, visibilitas armada, keselamatan berkendara, pengelolaan rantai pasok, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Kemampuan tersebut dinilai berkontribusi terhadap percepatan transformasi digital sektor logistik yang terus berkembang.

Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan kepemimpinan ditentukan oleh kemampuan menghadirkan solusi bagi tantangan industri, bukan oleh gender.

Baca Juga: Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 2026, Mimpi Terakhir Lionel Messi Berakhir Pilu

"Merupakan sebuah kehormatan dapat menjadi bagian dari GLI in Action Case Study Series. Bagi saya, pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari siapa saja, termasuk perempuan yang memilih untuk berkarya di industri yang selama ini masih didominasi laki-laki. Saya berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peluang, membangun solusi, dan memimpin perubahan di bidang yang mereka yakini," ujar Anggia.

Menurutnya, transformasi digital di sektor logistik membuka peluang yang semakin besar bagi lahirnya inovasi baru. Karena itu, industri logistik membutuhkan kolaborasi serta keberagaman perspektif agar mampu menghasilkan solusi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Anggia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh tim TransTRACK dan dukungan YCAB Ventures sejak awal perjalanan perusahaan.

"Pencapaian ini tentunya tidak akan terwujud tanpa dedikasi seluruh tim TransTRACK yang terus berinovasi setiap hari, serta kepercayaan dari YCAB Ventures yang mendukung kami sejak tahap awal. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan TransTRACK hingga dapat terus menghadirkan solusi teknologi yang mendukung transformasi digital di industri logistik," katanya.

Baca Juga: Biodata Ferran Torres Lengkap, Pencetak Gol Penentu Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Laporan tersebut juga mengulas perjalanan pertumbuhan TransTRACK yang memperoleh dukungan investasi dari YCAB Ventures sejak tahap awal pengembangan perusahaan.

Investasi tersebut menghasilkan exit dengan return sebesar 8,6 kali dari nilai investasi awal. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus menunjukkan potensi perusahaan teknologi asal Indonesia dalam menciptakan nilai bagi investor.

Kepemimpinan Perempuan Dinilai Dorong Inovasi

GLI in Action Case Study Series merupakan inisiatif yang menyoroti kiprah perempuan pemimpin bisnis di Asia Tenggara yang berhasil membangun perusahaan inovatif sekaligus menciptakan dampak ekonomi dan sosial.

Selain menampilkan kisah sukses para pengusaha perempuan, program tersebut juga mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam mengembangkan bisnis, seperti keterbatasan akses terhadap pendanaan, jaringan bisnis, hingga bias gender, terutama pada sektor industri yang masih didominasi laki-laki.

Pengakuan ini menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman dalam kepemimpinan memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Seiring percepatan transformasi digital, kesempatan yang setara bagi perempuan untuk memimpin dan berinovasi dinilai dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga terhadap perkembangan industri dan perekonomian secara lebih luas.


Berita Terkait


News Update