TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang memperkirakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bertambah 20 persen saat musim kemarau ekstrem.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau ekstrem di seluruh Indonesia terjadi pada Juli-September 2026.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, kemarau ekstrem berpotensi meningkatkan kasus ISPA sebesar 20 persen di 29 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tangerang.
"Kalau untuk kemarau tetap ISPA yang dominan. Kalau ISPA itu merata karena itu bisa meningkat sampai 20 persen di semua Puskesmas atau pusat pelayanan di wilayah Kabupaten Tangerang," katanya, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga: Bupati Tangerang Pastikan Rehabilitasi RTLH Tepat Sasaran
Hendra menyebutkan, balita serta lansia merupakan kelompok rentan terkena ISPA. Jika dua kelompok rentan tersebut terpapar ISPA, besar kemungkinan infeksi saluran pernapasan dapat berkembang menjadi pneumonia hingga menyebabkan kematian.
"Tapi yang rentan ISPA menjadi pneumonia itu pada lansia dan balita, kalau terjadi ISPA pada anak balita itu tentan untuk angka kematiannya lebih tinggi dan angka kesakitannya lebih tinggi," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan obat untuk mengatasi ISPA pada balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terdekat.
"Di Posyandu balita pada datang biasanya mereka akan mengeluh tuh ada keluhan batuk, pilek, demam, atau diare dan segala macam. Itu nanti yang akan kita identifikasi apakah ini ISPA atau sudah masuk ke dalam bronkopneumonia atau pneumonia," pungkasnya.
