Terungkap! Pelaku Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15 Akui Iseng, Punya Masalah Pinjol

Selasa 14 Jul 2026, 16:56 WIB
Pelaku ancaman bom SDN Srengseng Sawah 15. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Pelaku ancaman bom SDN Srengseng Sawah 15. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

POSKOTA.CO.ID - Kasus ancaman bom yang sempat mengganggu kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai menemui titik terang.

Polisi mengungkap pelaku merupakan salah satu orang tua murid yang mengaku memiliki persoalan pribadi, termasuk terlilit pinjaman online (pinjol).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, ketika ancaman bom dikirim melalui pesan WhatsApp kepada guru dan pegawai tata usaha (TU) saat para siswa sedang mengikuti upacara MPLS.

Akibat pesan tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Tim Gegana Brimob bersama Densus 88 Antiteror kemudian melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah untuk memastikan keamanan.

Baca Juga: Pramono Pastikan KBM SD 15 Srengseng Sawah Tidak Diliburkan

Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan sehingga aktivitas sekolah dapat kembali berjalan dengan aman.

Pelaku Ternyata Orang Tua Murid

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial MY yang diketahui merupakan orang tua salah satu siswa di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin mengatakan pelaku sempat mengungkapkan bahwa dirinya tengah menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan pribadinya.

Namun, persoalan tersebut disebut tidak berkaitan dengan pihak sekolah.

"Tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah," ujar Iman Imannudin kepada wartawan Selasa, 14 Juli 2026.

Baca Juga: Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Ini Isi Pesan yang Diterima Guru

Polisi Ungkap Pelaku Terlilit Pinjaman Online

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menambahkan bahwa MY juga mengaku memiliki persoalan pinjaman online.

Meski demikian, penyidik menilai kondisi tersebut belum memiliki keterkaitan langsung dengan motif ancaman bom yang dikirimkan.

Menurut Iskandarsyah, hingga kini penyidik masih mendalami kondisi psikologis pelaku dengan melibatkan psikolog forensik untuk mengetahui latar belakang sebenarnya.

"Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik," jelasnya.

Baca Juga: Stand Terbaik Jakarta Fair 2026 Resmi Diumumkan, Cek Daftar Pemenangnya

Pelaku Mengaku Iseng, Polisi Masih Dalami Motif

Fakta lain yang terungkap, MY bahkan sempat menjemput anaknya di sekolah setelah mengirimkan pesan ancaman tersebut. Hal itu menjadi salah satu bagian dari penyelidikan yang dilakukan aparat.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku hanya iseng saat mengirim ancaman bom melalui WhatsApp. Meski demikian, polisi belum langsung menerima pengakuan tersebut sebagai motif utama.

Penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan pelaku guna memastikan alasan sebenarnya di balik aksi yang sempat menggegerkan lingkungan sekolah dan memicu pengerahan aparat antiteror tersebut.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif secara menyeluruh.


Berita Terkait


News Update