Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menambahkan bahwa MY juga mengaku memiliki persoalan pinjaman online.
Meski demikian, penyidik menilai kondisi tersebut belum memiliki keterkaitan langsung dengan motif ancaman bom yang dikirimkan.
Menurut Iskandarsyah, hingga kini penyidik masih mendalami kondisi psikologis pelaku dengan melibatkan psikolog forensik untuk mengetahui latar belakang sebenarnya.
"Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik," jelasnya.
Baca Juga: Stand Terbaik Jakarta Fair 2026 Resmi Diumumkan, Cek Daftar Pemenangnya
Pelaku Mengaku Iseng, Polisi Masih Dalami Motif
Fakta lain yang terungkap, MY bahkan sempat menjemput anaknya di sekolah setelah mengirimkan pesan ancaman tersebut. Hal itu menjadi salah satu bagian dari penyelidikan yang dilakukan aparat.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku hanya iseng saat mengirim ancaman bom melalui WhatsApp. Meski demikian, polisi belum langsung menerima pengakuan tersebut sebagai motif utama.
Penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan pelaku guna memastikan alasan sebenarnya di balik aksi yang sempat menggegerkan lingkungan sekolah dan memicu pengerahan aparat antiteror tersebut.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif secara menyeluruh.
