"Oleh karena itu, kami menyiagakan mobil tangki yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat," ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat mengadukan dampak kemarau agar mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
"Kami akan bergerak secepat mungkin dan mengerahkan kemampuan yang ada," tuturnya.
Hingga kini, pihaknya belum menerima laporan kekeringan dari daerah lain. Meski demikian, potensi kekeringan masih cukup besar mengingat musim kemarau baru mulai berlangsung.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sejumlah wilayah yang tergolong rawan mengalami krisis air bersih, antara lain Kecamatan Patia, Sukaresmi, Angsana, Munjul, Sindangresmi, Bojong, dan Cigeulis.
Baca Juga: Apakah BLT Kesra Rp900 Ribu Cair ke Rekening Juli 2026? Simak Faktanya
"Setiap ada informasi atau laporan kekeringan, kami selalu berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Pandeglang, Tagana, BPBDPK Kabupaten Pandeglang, serta pihak terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," pungkasnya.
