“Cukup beralasan jika pada tahun 2024, pemerintah membubarkan 82 ribu koperasi karena sebatas papan nama,” kata Yudi.
“Kini koperasi kembali tumbuh, hingga Juli 2026 tercatat lebih 220 ribu unit koperasi dengan jumlah anggota mencapai 34 juta orang, sedangkan volume usaha sekitar Rp260 triliun,” kata Heri.
“Secara data dan angka tidak main – main. Ini merupakan kekuatan besar untuk membangun ekonomi kerakyatan. Ditambah lagi, sekarang sedang dibangun 80 ribu koperasi desa Merah Putih di setiap desa, sehingga kekuatannya kian menjadi nyata,” urai mas Bro.
“Semoga dengan koperasi desa Merah Putih mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Tak sebatas menyalurkan barang, tetapi menguasai produksi hasil bumi, distribusi komoditas pangan nasional serta pengendali harga,” harap Heri.
“Dengan begitu kemakmuran rakyat tercipta melalui usaha bersama dengan sistem pemerataan kerja dan pemerataan hasil usaha sehingga tak ada lagi ketimpangan dan kesenjangan sebagaimana cita – cita Bapak Koperasi Bung Hatta,” ujar mas Bro.
“Kita harus optimis koperasi mampu melawan kapital besar guna mencegah ketimpangan,” kata Yudi.
“Selamat Hari Koperasi Nasional: Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,” kata mas Bro.
