Mabes TNI Bantah Isu Puluhan Personel Datangi Polda Metro Jaya saat Penyidikan Kasus Korupsi

Kamis 09 Jul 2026, 13:33 WIB
Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro melakukan penggeledahan di 12 titik di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor dalam pengembangan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) beberapa kasus. (Sumber: Polda Metro Jaya)
Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro melakukan penggeledahan di 12 titik di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor dalam pengembangan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) beberapa kasus. (Sumber: Polda Metro Jaya)

POSKOTA.CO.ID - Markas Besar (Mabes) TNI membantah kabar yang menyebut puluhan personelnya mendatangi Markas Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 Juli 2026 dini hari.

Informasi tersebut beredar di tengah proses penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang ditangani Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan narasi yang menyebut personel TNI "menyerbu" Polda Metro Jaya tidak sesuai fakta. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang bersifat provokatif.

"Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tidak benar adanya," kata Muhammad Nas kepada awak media, Kamis, 9 Juli 2026.

Baca Juga: Pengembangan Kasus Korupsi dan TPPU: Kortastipidkor Geledah 12 Lokasi, Sita 74 Kg Emas di Sentul

Nas memastikan tidak ada personel TNI yang mendatangi Mapolda Metro Jaya sebagaimana isu yang berkembang.

Menurutnya, informasi yang beredar tersebut tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Tidak benar, waspadai narasi-narasi provokasi. Tidak benar ada yang datang," tegas Nas.

Isu tersebut muncul setelah beredar informasi yang menyebut sekelompok orang berambut cepak mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjemput saksi yang tengah diperiksa dalam penyidikan tiga perkara korupsi.

Baca Juga: Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Kapuspen Tegaskan Tak Terkait Penggeledahan Kasus Korupsi oleh Polri

Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan itu disebut datang sekitar pukul 03.40 WIB menggunakan sekitar delapan kendaraan dinas.

Di sisi lain, pengamanan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya diketahui diperketat sejak Rabu, 8 Juli 2026 malam.

Puluhan personel Brimob disiagakan dan akses menuju area pemeriksaan dibatasi hanya untuk pihak yang berkepentingan. Langkah tersebut diduga dilakukan untuk mengamankan barang bukti serta proses pemeriksaan saksi dalam kasus yang sedang diusut.

Sebelumnya, penyidik Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Setelah penggeledahan, tiga pegawai Cafe de'CLAN dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto membenarkan adanya tiga saksi yang dibawa penyidik usai penggeledahan.

"Ada tiga (saksi dibawa)," ucap Totok.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik juga menyita uang tunai dalam jumlah besar berupa mata uang asing dan rupiah.

Dari Cafe de'CLAN Signature, barang bukti yang diamankan antara lain 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai sebesar Rp259.159.000.

"Kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp60 miliar. Ini di lokasi de'CLAN," beber Totok.


Berita Terkait


News Update