JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sudah lebih dari tiga bulan sejak Jalan Cinta, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur, amblas. Namun hingga kini, warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut masih menunggu kepastian kapan akses utama mereka benar-benar diperbaiki.
Badan jalan itu memiliki lebar sekitar 8 meter, yang kini telah amblas 7 meter. Setiap hari, kendaraan yang melintas hanya bisa bergantian melewati sisa badan jalan yang tinggal sekitar satu meter. Mobil sudah tidak dapat melintas.
Pengendara motor pun harus berhati-hati karena di sisi jalan menganga lubang besar yang sewaktu-waktu dikhawatirkan bisa semakin melebar.
Bagi warga sekitar, peristiwa itu bukan datang tanpa tanda. Retakan di badan jalan sebenarnya sudah muncul sejak bulan Ramadan, saat proyek pengerukan Kali Sunter berlangsung.
Baca Juga: Pramono Minta Penanganan Jalan Amblas di Pulo Gadung Segera Dituntaskan
Alat berat dan truk pengangkut material yang hilir mudik setiap hari diduga menjadi awal mula kerusakan.
Staf RT 11 RW 03 Kelurahan Pulo Gadung, Arip Mustupa, menceritakan keretakan mulai terlihat ketika alat berat pengeruk kali berada terlalu lama di satu titik.
"Awalnya itu seperti biasa saja, pengerukan kali. Kayaknya belkonya lama enggak bergerak, jadi stuck di situ saja. Dari sini ke pos saja hampir satu bulan. Kayaknya tonasenya juga kebesaran," ucap Arip kepada Poskota, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Arip, warga langsung melaporkan kondisi tersebut kepada pengurus RW begitu melihat retakan mulai muncul di badan jalan.
Baca Juga: Jalan Amblas, Tiga Rumah Warga Cilangkap Lebak Rusak
"Setelah berdampak retak, baru kita lapor ke RW. Dari RW ditinjau, ternyata benar ada keretakan. Akhirnya RW mengajukan penggantian alat," ujar Arip.
