Namun, laporan itu belum sempat berbuah perbaikan ketika jalan akhirnya amblas tepat sehari setelah Hari Raya Idulfitri.
"Lebaran H+1, habis Zuhur. Sebelumnya sudah retak keliling. Warga kasih pembatas, jangan dilewati dulu. Tapi besoknya langsung amblas," kata Arip.
Sejak saat itu, kerusakan terus meluas. Tidak hanya badan jalan yang turun, retakan juga menjalar ke bangunan milik warga.
Baca Juga: Ada Jalan Amblas di Gajah Mada Jakbar, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Contraflow
Arip memperkirakan sedikitnya lima bangunan terdampak, terdiri atas rumah dan bangunan lain di sekitar lokasi.
"Ada retakan di tembok. Yang terdampak sekitar lima bangunan," katanya.
Yang membuat warga semakin resah, menurut Arip, hingga kini penanganan yang dilakukan pemerintah baru sebatas memasang kayu ulin sebagai penahan longsor di bibir kali.
"Sejauh ini dari pemerintah baru pemasangan kayu ulin untuk penahan longsor. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan diperbaiki. Kita hanya ingin kepastian saja. Warga juga nanya terus ke pengurus RT, sementara kita sendiri enggak tahu kapan direalisasikan," ungkapnya.
Baca Juga: Jalan Amblas di Cibeber Lebak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Khawatir Jatuh Korban
Padahal, kata dia, laporan sudah disampaikan sejak retakan pertama muncul pada bulan Ramadan.
"Pas retak pertama sudah lapor RW, RW lapor kelurahan. Sebelum amblas sebenarnya sudah ada laporan," ujarnya.
Arip menduga aktivitas pengerukan kali menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Menurutnya, setiap hari alat berat dan dump truck bermuatan material melintasi jalan tersebut.
