POSKOTA.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus mengubah lanskap dunia kerja.
Otomatisasi membuat sejumlah profesi mulai berkurang kebutuhannya, sementara pekerjaan yang mengandalkan kreativitas, empati, dan kemampuan berpikir strategis justru semakin bernilai.
Kondisi tersebut membuat banyak calon mahasiswa mulai mempertimbangkan jurusan kuliah yang tetap memiliki prospek cerah dalam jangka panjang.
Sejumlah laporan dari World Economic Forum (WEF), McKinsey, hingga Forbes menunjukkan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia, melainkan mengubah cara manusia bekerja.
Baca Juga: Berapa Gaji Internship Pertamina Group 2026? Segini Nominal dan Benefit yang Didapat
Berikut tujuh jurusan kuliah yang diprediksi tetap relevan di era disrupsi AI 2026:
- Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Bidang kesehatan masih menjadi salah satu sektor yang paling tahan terhadap perkembangan AI. Teknologi memang mampu membantu dokter dalam menganalisis hasil laboratorium maupun citra medis dengan tingkat akurasi tinggi.
Namun, keputusan medis, komunikasi dengan pasien, tindakan klinis, hingga pertimbangan etika tetap membutuhkan tenaga profesional. Karena itu, jurusan seperti kedokteran, keperawatan, farmasi, dan kesehatan masyarakat diperkirakan akan terus memiliki permintaan tinggi.
AI lebih berperan sebagai alat pendukung yang meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, bukan menggantikan tenaga medis.
- Psikologi dan Konseling
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuka peluang besar bagi lulusan psikologi maupun konseling.
