Karena itu, pengguna sangat disarankan untuk:
- Melakukan backup seluruh data iPhone.
- Menggunakan perangkat cadangan jika memungkinkan.
- Menghindari pemasangan beta pada perangkat utama yang digunakan setiap hari.
- Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan kehilangan data maupun kendala sistem.
Siapa yang Bisa Menggunakan iOS 27?
Apple memastikan iOS 27 masih mendukung perangkat mulai dari iPhone 11 hingga jajaran iPhone terbaru. Artinya, perangkat yang dirilis sejak 2019 tetap memperoleh pembaruan sistem operasi terbaru.
Namun demikian, tidak semua fitur tersedia untuk seluruh perangkat.
Fitur Apple Intelligence, termasuk Siri berbasis AI generasi terbaru, hanya dapat digunakan pada iPhone 15 Pro, iPhone 15 Pro Max, serta model yang lebih baru.
Apple juga masih menerapkan sistem waitlist bagi pengguna yang ingin mengakses Siri AI terbaru. Setelah menginstal iOS 27, pengguna dapat mendaftar melalui menu Siri di Settings dan menunggu persetujuan akses yang dalam beberapa kasus memerlukan waktu beberapa minggu.
Fitur Baru yang Hadir di iOS 27
Fokus utama iOS 27 berada pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Apple menghadirkan Siri yang lebih pintar dengan kemampuan memahami konteks percakapan secara lebih alami. Asisten virtual tersebut kini mampu menjalankan perintah lintas aplikasi serta memberikan respons yang lebih menyerupai chatbot AI modern.
Selain Siri, Apple juga memperluas dukungan Apple Intelligence ke berbagai aplikasi bawaan, seperti:
- Safari
- Messages
- Calendar
- Home
- Photos
- Shortcuts
Pada aplikasi Photos, Apple menghadirkan sejumlah fitur penyuntingan berbasis AI, antara lain:
- Spatial Reframing, untuk memperbaiki komposisi foto secara otomatis.
- Extend, yang mampu memperluas area gambar menggunakan teknologi generative AI.
- Clean Up versi terbaru untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dengan hasil yang lebih natural.
Desain Liquid Glass Semakin Disempurnakan
Apple tetap mempertahankan desain antarmuka Liquid Glass yang sebelumnya diperkenalkan, namun kini tampil lebih fleksibel.
Pengguna dapat mengatur tingkat transparansi antarmuka sesuai preferensi masing-masing.
Selain itu, ikon aplikasi kini memiliki tampilan berlapis sehingga lebih mudah dikenali sekaligus meningkatkan keterbacaan.
