Bukan Sekadar Foto, Pameran Photostory Bangun Empati dan Kesadaran Kesehatan Mental

Minggu 05 Jul 2026, 22:08 WIB
Pameran fotografi UNDIRA, SWINS dan Institut Bisnis mengajak generasi muda memahami realitas sosial melalui rangkaian foto, Sabtu, 4 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)
Pameran fotografi UNDIRA, SWINS dan Institut Bisnis mengajak generasi muda memahami realitas sosial melalui rangkaian foto, Sabtu, 4 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) bersama Institut Bisnis dan Komunikasi SWADAYA (SWINS) menggelar Social Perspective-Photography Exhibition dan Seminar di Rumah Perubahan, Bekasi, Sabtu, 4 Juli 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pameran photostory dan seminar yang mengajak generasi muda memahami realitas sosial melalui rangkaian foto yang bermakna.

Co-Founder Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI), Eppstian Syah As'ari, mengatakan setiap foto memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang sehingga pameran ini membuka ruang bagi beragam perspektif.

Melalui karya photostory, pengunjung diajak membangun empati dan merefleksikan berbagai realitas sosial dari sudut pandang yang lebih luas.

Baca Juga: 8 Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental

"Foto tanpa penjelasan tentu boleh saja kita pamerkan. Tapi di pameran foto Social Perspective ini, pengunjung dipersilakan menikmati foto tanpa harus membaca penjelasannya," kata Eppstian dalam keterangannya, Minggu, 5 Juli 2026.

Menurut Eppstian, pengunjung yang ingin memahami sudut pandang fotografer dapat membaca narasi yang disediakan pada setiap karya.

Ia menambahkan, satu foto dapat melahirkan beragam penafsiran sehingga pengunjung dapat membandingkan perspektif mereka dengan pesan yang ingin disampaikan pembuat karya.

"Karena satu foto yang ditampilkan bisa memiliki banyak tafsir. Maka kita juga bisa mengetahui tafsiran dari sisi fotografernya," ucap Eppstian.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Mental Jadi Perhatian DPRD DKI Jakarta

Selain mengangkat isu sosial, kata Eppstian, pameran ini juga menyoroti peran fotografi dalam mendukung kesehatan mental.

Melalui visual yang kuat, seseorang dinilai dapat mengekspresikan perasaan, mengenali emosi, hingga menemukan makna dari pengalaman hidup yang dijalani.

Peserta juga diajak memahami bahwa cara pandang seseorang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan, perilaku, hingga kesejahteraan psikologis.

Pendekatan coaching digunakan untuk membantu peserta mengeksplorasi pola pikir dan menemukan solusi dari dalam diri sendiri melalui proses refleksi.

Sementara itu, Professional Youth and Career Coach, Tasya Ghonia Alma, mengatakan perspektif dapat diibaratkan sebagai lensa kamera yang memengaruhi cara seseorang memandang kehidupan meski objek yang dilihat sama.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan cara pandang mereka sepenuhnya dibentuk oleh ekspektasi orang lain maupun media sosial.

"Tantangannya adalah jangan sampai kita melihat hidup melalui lensa yang dibentuk oleh ekspektasi orang lain atau media sosial. Kita perlu belajar memilih perspektif kita sendiri secara sadar," beber Tasya.

Selanjutnya penyelenggara berharap pameran photostory tidak hanya menjadi ajang apresiasi fotografi, tetapi juga media edukasi yang meningkatkan kepekaan sosial dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Kegiatan ini diharapkan mendorong masyarakat melihat kehidupan dari perspektif yang lebih luas dan penuh empati.


Berita Terkait


News Update