Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi AI untuk Konsultasi Psikologi, Permudah Akses Layanan Kesehatan Mental

Kamis 05 Mar 2026, 15:08 WIB
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menunjukkan inovasi AI “Aika”, sistem kecerdasan buatan yang dirancang membantu mahasiswa mengakses layanan kesehatan mental secara lebih mudah dan cepat. (Sumber: Dok/UGM)

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menunjukkan inovasi AI “Aika”, sistem kecerdasan buatan yang dirancang membantu mahasiswa mengakses layanan kesehatan mental secara lebih mudah dan cepat. (Sumber: Dok/UGM)

POSKOTA.CO.ID - Inovasi berbasis kecerdasan buatan kembali lahir dari mahasiswa Indonesia. Seorang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan sistem AI yang dirancang untuk membantu akses layanan kesehatan mental bagi mahasiswa. Inovasi tersebut bahkan mengantarkan timnya meraih juara pertama dalam kompetisi internasional teknologi.

Mahasiswa bernama Giga dari Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM, menciptakan platform bernama UGM-AICare (Aika).

Sistem ini merupakan layanan kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu pengguna mengidentifikasi masalah psikologis sekaligus menghubungkannya dengan psikolog profesional.

Inovasi tersebut berhasil memenangkan kategori “Play Track” dalam kompetisi internasional EDU Chain Hackathon 2025, dengan total hadiah mencapai 250 ribu dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: iPhone 17e Punya Fitur Apa Saja? Ini 6 Spesifikasi yang Mulai Terungkap

Inspirasi dari Pengalaman Studi di Inggris

Ide menciptakan Aika muncul ketika Giga mengikuti program pertukaran mahasiswa di University of Liverpool, Inggris, pada 2024. Saat berada di sana, ia melihat bagaimana layanan kesehatan mental dapat diakses dengan mudah melalui percakapan di telepon seluler.

Pengalaman itu membuatnya membandingkan kondisi layanan psikologis di Indonesia. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara jumlah psikolog yang tersedia dengan banyaknya mahasiswa yang membutuhkan bantuan kesehatan mental.

Ia kemudian tergerak untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat menjembatani kebutuhan tersebut.

“Motivasi proyek UGM-AICare ini selain untuk syarat kelulusan saya adalah untuk mendukung teman-teman mendapatkan proper mental health care,” ujar Giga kepada wartawan, Rabu, 4 Maret 2026.

Aika, AI yang Berperan sebagai “Teman Curhat” Mahasiswa

Aika dikembangkan sebagai asisten digital berbasis teks yang mampu menganalisis keluhan psikologis pengguna melalui percakapan. Sistem ini bekerja dengan cara yang menyerupai metode kerja psikolog, yaitu menggali permasalahan secara bertahap melalui dialog.

Melalui percakapan tersebut, Aika kemudian menyusun beberapa tahapan analisis, antara lain:

  • rangkuman permasalahan pengguna
  • penilaian kondisi awal
  • kemungkinan diagnosis awal
  • rekomendasi bantuan yang diperlukan

Berita Terkait


News Update