POSKOTA.CO.ID - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan euforia di berbagai belahan dunia. Di banyak rumah, televisi dipenuhi siaran pertandingan yang mempertemukan tim-tim terbaik. Ada yang rela begadang demi mendukung negara favoritnya, ada pula yang mengatur agenda akhir pekan agar tidak melewatkan satu pertandingan pun.
Sekilas, kecintaan terhadap sebuah tim sepak bola mungkin terlihat sebagai hiburan biasa. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menjadi penggemar olahraga ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar, terutama bagi kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.
Profesor psikologi Daniel Wann dari Murray State University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa menjadi penggemar olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Menurutnya, hubungan emosional dengan sebuah tim mampu menciptakan rasa memiliki yang sulit ditemukan dalam aktivitas lain.
Penelitian Menunjukkan Dukungan pada Tim Favorit Punya Dampak Positif
Berikut beberapa manfaat yang ditemukan dalam berbagai penelitian mengenai psikologi olahraga.
Baca Juga: Lapas Salemba Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ayam Petelur
1. Membuat Seseorang Merasa Menjadi Bagian dari Komunitas
Mendukung tim favorit membuka kesempatan untuk terhubung dengan banyak orang yang memiliki minat yang sama. Interaksi ini membantu mengurangi rasa kesepian sekaligus membangun hubungan sosial yang lebih kuat.
Peneliti dari Loughborough University, Aaron CT Smith, mengatakan bahwa ikatan antarpenggemar sering kali berkembang melampaui dunia olahraga. Pertemanan yang terbentuk dapat menjadi ruang untuk saling mendukung dalam berbagai situasi kehidupan.
2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Dalam psikologi olahraga dikenal fenomena Basking in Reflected Glory (BIRG), yaitu kecenderungan seseorang merasa ikut merasakan keberhasilan saat tim favoritnya meraih kemenangan.
Tak heran jika banyak penggemar mengatakan, "kita menang", meski mereka tidak berada di lapangan. Identifikasi terhadap tim membuat kemenangan terasa sebagai pencapaian bersama yang berdampak pada meningkatnya harga diri.
3. Membantu Mencegah Isolasi Sosial
Menjadi penggemar olahraga memang bukan terapi untuk mengatasi depresi. Namun, aktivitas ini dapat membantu mengurangi faktor-faktor yang memicu masalah kesehatan mental, seperti kesepian dan hilangnya rasa memiliki.
