"Pandeglang merupakan daerah agraris dengan potensi lahan pertanian yang sangat besar. Karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat," katanya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Eko Nugroho Darmo Putro menuturkan, optimistis target gerakan tanam nasional pada bulan ini dapat tercapai, termasuk melalui kontribusi Kabupaten Pandeglang.
"Kami optimistis karena kebutuhan pupuk dipasok oleh Pupuk Indonesia, sementara hasil panen petani akan diserap Bulog dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram," kata Eko.
Baca Juga: Panen Raya Padi 753 Hektare di Pandeglang Dorong Swasembada Pangan Nasional
Ia menambahkan, petani di Pandeglang berpeluang melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun.
"Hal itu didukung dengan penyaluran 157 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 27 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Pandeglang," bebernya.
Senada dengan itu, Staf Ahli Menteri Pertanian, Tin Latifah, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga para petani.
Pihaknya berharap seluruh pihak, termasuk bupati, para penyuluh, dan seluruh petani memiliki komitmen yang sama.
"Swasembada pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga cita-cita dan target yang telah ditetapkan dapat terwujud," tuturnya.
