Obrolan Warteg: Safari Loloskan PSI Ke Senayan

Sabtu 27 Jun 2026, 15:42 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Sabtu, 27 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Sabtu, 27 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Ujian awal pada gelaran safari politik ini. Apakah masyarakat masih berduyun – duyun menghadiri acara Jokowi atau tidak. Apakah Masyarakat masih saling berebut salaman dan minta foto selfie dengan Jokowi.Jika pemandangan terlihat dengan pasti, pertanda Jokowi masih memiliki daya tarik,” urai mas Bro.

“Kalau tidak, berarti popularitas mulai menurun, meski soal banyaknya warga yang hadir bisa dimobilisir ya,” kata Yudi.

“Didmobilisir atau atas kesadaran sendiri, kehadiran masyarakat bisa menjadi indikasi popularitas seseorang,” kata Heri.

“Saya sependapat dengan para pengamat bahwa popularitas dan elektabilitas tak selamanya selaras dengan perolehan suara. Dalam pilpres dan pilkada, banyak kandidat yang elektabilitasnya tinggi, tetapi jeblok saat pemilihan,” jelas mas Bro.

“Kenapa bisa begitu?” tanya Yudi.

“Banyak faktor penyebabnya. Suka belum tentu dipilih, Sama seperti kita, suka sama seseorang, tapi belum tentu dipilih sebagai istri kan,” canda Heri.

“Kalau pada pemilu 2029, PSI lolos ke parlemen, indikasi Jokowi memiliki pengaruh besar, safari Jokowi berhasil mendulang suara,” kata mas Bro.

“Bisa juga kalau ambang parlemen ditiadakan, tanpa perlu safari pun semua parpol peserta pemilu akan masuk parlemen,” kata Yudi.

“Tentunya kehendak parpol sebatas masuk parlemen,tetapi sedapat mungkin menguasai parlemen,” kata Heri.

“Itulah perlunya safari politik dan kampanye.”


Berita Terkait


News Update