Ekonomika Pancasila: Perang Ekonomi Dimulai dari Adu Kejeniusan

Rabu 24 Jun 2026, 18:15 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)

Karenanya, ketika ada usaha "turn around": kembali ke Pancasila dan UUD 1945 yang asli, perang itu akan berkobar. Para hitman akan mengeluarkan segala cara memenangkan perang puputan ini.

Sebaliknya, kita harus yakin. Bahwa menjadi patriot konstitusi itu merupakan langkah dan metoda jenius. Reclaim the state and market, adalah amanah para pendiri republik. Ini usaha rekonsolidasi arah bangsa. Lalu, penyempurnaan melalui addendum (bukan amandemen total) menjadi pilihan konstitusional yang menjaga keaslian dan sekaligus mengantisipasi tuntutan zaman.

Ini kerja peradaban. Sebab, kita sedang merumuskan ulang langkah-langkah strategis untuk mengkonsolidasikan kembali kenusantaraan (kebangsaan) dan kenegaraan (keindonesiaan) serta pemahaman tentang modern nation-state (negara-bangsa modern) belandaskan pancasila, demi derajat subtantif di semesta.

Dalam konteks itu, tema-tema yang harus dinarasikan ulang ke manapun dan di manapun adalah soal Pancasila, konstitusi asli, daulat kebudayaan, bahasa moral, etika politik, demokrasi pancasila, anti KKN, ekonomi bersentosa dan kejeniusan kepemimpinan nasional.

Ingatlah bahwa tugas pokok penyelenggara negara (pemimpin) adalah menjalankan fungsi pemerintahan dan mengelola negara untuk mencapai tujuan nasional, yakni melindungi segenap tumpah darah (darat, laut, udara dan penghuninya), memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Dengan cara ini, kita membangun Indonesia berdasarkan jati dirinya. Menjadi negara pancasila: daulat negara, daulat rakyat. Pasarnya jadi pasar sosial. Bukan sekadar meniru sistem asing yang tidak cocok dengan kepribadian bangsa kita. Mestakung.


Berita Terkait


News Update