Ekonomika Pancasila: Pemikiran Ekonomi Sjafruddin Prawiranegara

Kamis 26 Mar 2026, 07:25 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Prof. Yudhie Haryono, Ph.D (Sumber: Dok. Poskota)

Opini Ekonomika Pancasila oleh Prof. Yudhie Haryono, Ph.D (Sumber: Dok. Poskota)

Oleh: Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre)

POSKOTA.CO.ID - #Di republik tuan, uang bukan sekadar alat tukar, tapi objek sesembahan, peneguh kekuasaan batil dan mesin penggerak perubahan destruktif#

Tanpa pikirannya, kita mungkin tak punya rupiah; tak punya uang sendiri; bahkan tak punya "mata uang." Ialah ekonom cum bankir generasi pertama Indonesia Merdeka. Ialah ekonom yang jadi presiden tetapi tak ditulis sebagai Presiden Indonesia dalam sejarahnya.

Mengapa muncul tesis di awal paragraf seperti itu? Sebab, Sjafruddinlah orang pertama (satu-satunya) yang usul agar pemerintah RI segera menerbitkan mata uang sendiri sebagai atribut kemerdekaan Indonesia untuk mengganti beberapa mata uang asing yang masih beredar, sekaligus sebagai penanda dan petanda sekaligus kedaulatan negara.

Uang sebagai petanda dan penanda itu sangat penting. Terlebih, pak Sjaf ini meneguhkannya dengan dua hal: 1)Menjadi presiden walau hanya 6 bulan 21 hari (serta jabatan strategis lainnya). Dan, 2)Menyelesaikan inflasi plus kekacauan ekonomi tinggalan para penjajah-penjarah via program sanering mata uang (gunting sjafruddin).

Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Depresiasi Rupiah Itu Kesenjangan

Kita tahu, ujung dari perang dagang adalah proses depresiasi nilai tukar uang sebuah negara. So, kebijakan sanering pada waktu itu adalah usaha perlawanan ekonomi dalam bentuk “penyehatan uang” yang ditempuh untuk mencegah inflasi semakin tinggi, mengendalikan harga, meningkatkan nilai mata uang, dan memungut keuntungan tersembunyi dari perdagangan.

Makin ke sini, uang memang bergerak tragis, tidak tak terbatas; tidak tak terpikirkan. Ia yang di abad lalu hanya alat pemindahan kekayaan bagi kolonialisme, kini makin rigid sebagai alat dominasi, penetrasi sekaligus takdir sebuah negara.

Sejarah uang adalah sejarah peradaban dan penundukan. Karenanya, uang merupakan benda bersejarah dan cerminan keadaan dari suatu negara. Desain mata uang yang diterbitkan ada beberapa macam tema yang terkenal dan langka. Mata uang dengan tema tersebut, merupakan kenangan terhadap suatu peristiwa yang menarik.

Di masa awal kemerdekaan, uang merupakan alat/penanda kemerdekaan, petanda untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, penanda kemajuan sehingga desain Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) terpasang gambar wajah tokoh Proklamator Kemerdekaan Indonesia sejak revolusi hingga sekarang.

Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Kemiskinan yang Diturunkan


Berita Terkait


undefined
SERBA-SERBI

Ekonomi Kita Anti Koperasi

Rabu 18 Feb 2026, 07:31 WIB

News Update