Persatuan Nasional jadi Sorotan, Pengamat: Kritik Pemerintah Perlu tapi Dialog Harus Diperkuat

Senin 22 Jun 2026, 20:33 WIB
Potret pengamat politik Bonie Hargens saat menghadiri diskusi bertajuk ''Persatuan Nasional' yang digelar Indonesia Millennial Center (IMC) di Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)
Potret pengamat politik Bonie Hargens saat menghadiri diskusi bertajuk ''Persatuan Nasional' yang digelar Indonesia Millennial Center (IMC) di Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Disisi lain, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menindak oknum yang diduga menyalahgunakan program tersebut sebagai bentuk komitmen memperbaiki pelaksanaan di lapangan.

"Sudah dilakukan penegakan hukum, sudah ditangkap oknum-oknum yang terlibat. Itu patut diapresiasi," katanya.

Bonie menambahkan, setiap kebijakan yang memunculkan polemik sebaiknya dibahas melalui dialog yang inklusif antara pemerintah dan masyarakat agar tercapai kesepahaman.

"Persatuan nasional bukan takdir, tetapi pilihan. Karena itu kita harus memilih untuk bersatu demi kepentingan Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Indonesia Millennial Center (IMC), Yerikho Menurung, mengatakan persatuan nasional merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Kita harus mengonsolidasikan seluruh elemen masyarakat untuk persatuan nasional. Sebab, untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang baik dan benar dibutuhkan persatuan nasional," ujarnya.

Menurut Yerikho, nilai persatuan sebagaimana tercantum dalam sila ketiga Pancasila harus diterapkan secara nyata sebagai landasan menghadapi berbagai tantangan kebangsaan saat ini.


Berita Terkait


News Update