Obrolan Warteg: Yuk Cetak Generasi Hebat dan Bermartabat

Senin 22 Jun 2026, 11:29 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 22 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 22 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  – Anak Indonesia Hebat, itulah salah satu penampilan yang disajikan siswa – siswi KB TK Al Insanul Kamil (Inka), Taman Titian Indah, Kalibaru, Kota Bekasi, saat wisuda, Minggu, 21 Juni 2026.

Gerak dan lagu itu bukan hanya menggambarkan realita anak – anak Indonesia itu hebat, tetapi sekaligus memotivasi diri agar selalu menjadi anak hebat. Bagi KB TK Inka, bukan hanya menjadikan anak hebat, juga manusia bermartabat sebagaimana visi dan misinya.

“Jadi tak cukup hanya hebat, juga harus bermartabat ya, “ kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Terasa Aneh, Tapi Nyata Adanya

“Tapi menjadikan anak bermartabat, tak semudah membuat anak hebat,” kata Yudi.

“Itulah perlunya edukasi tiada henti membangun karakter. Edukasi harus dimulai sejak usia dini, mulai dari kelompok bermain hingga TK. Ini perlu kesabaran dan ketulusan,” urai mas Bro.

“Tak berlebihan jika dikatakan menjadi guru KB dan TK perlu keterampilan khusus, utamanya perhatian dan kasih sayang kepada anak didiknya. Tak ubahnya menyayangi putra – putrinya sendiri,” jelas Heri.

“Ini diperlihatkan pula oleh ibu – ibu guru KB TK Inka yang memeluk dan menggendong anak didiknya yang tiba – tiba turun dari panggung acara. Entah apa yang dibisikan, anak tersebut lantas bersedia dibawa kembali ke panggung tampil dalam acara,,” jelas mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Masjid Tempat Singgah Para Pemudik

“Wah, berarti kamu hadir dalam acara wisuda, Bro?” tanya Yudi.

‘Iya, saya hadir diundang oleh Kepala Sekolah TK Inka, Tri Listiorini,” kata mas Bro.

“Lantas bagaimana mengedukasi anak tak hanya hebat, juga bermartabat?” tanya Heri.

“Membangun karakter itu perlu proses. Perlu juga kesabaran, perhatian lebih.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bukan Perbanyak Pahala, Malah Tambah Dosa

Sementara kasih sayang bukan sebatas kata, tapi aksi nyata, terlebih yang diedukasi anak KB dan TK,” kata mas Bro.

“Yang jelas, membentuk bangsa yang bermartabat inilah menjadi poin penting era kekinian agar bangsa kita tidak tercabut dari akar budaya bangsa yang telah dikristalkan melalui butir – butir pengamalan falsafah bangsa kita,” urai Heri.

Seperti diketahui, disebut bangsa bermartabat tidak sebatas pandai dan berilmu, cerdas dan berkualitas, tetapi memiliki integritas dan moralitas. Berintegritas berarti memiliki karakter kuat, teguh mempertahankan prinsip, memiliki pribadi yang jujur, taat asas, norma dan etika menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.

Moralitas adalah memberi manusia aturan, nilai tentang baik dan buruk, perbuatan benar atau salah, berhubungan dengan etika, adat sopan santun. Moralitas memberi panduan bagaimana berucap, bertutur kata dan berbuat yang baik dan benar, penuh etika, saling menghormati dan menghargai.

Ini selaras membangun manusia yang berakhlak mulia,cakap, kreatif , mandiri dan menjadi manusia demokratis dan bertanggung jawab, sebagaimana bunyi pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Berita Terkait


News Update