‘Iya, saya hadir diundang oleh Kepala Sekolah TK Inka, Tri Listiorini,” kata mas Bro.
“Lantas bagaimana mengedukasi anak tak hanya hebat, juga bermartabat?” tanya Heri.
“Membangun karakter itu perlu proses. Perlu juga kesabaran, perhatian lebih.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Bukan Perbanyak Pahala, Malah Tambah Dosa
Sementara kasih sayang bukan sebatas kata, tapi aksi nyata, terlebih yang diedukasi anak KB dan TK,” kata mas Bro.
“Yang jelas, membentuk bangsa yang bermartabat inilah menjadi poin penting era kekinian agar bangsa kita tidak tercabut dari akar budaya bangsa yang telah dikristalkan melalui butir – butir pengamalan falsafah bangsa kita,” urai Heri.
Seperti diketahui, disebut bangsa bermartabat tidak sebatas pandai dan berilmu, cerdas dan berkualitas, tetapi memiliki integritas dan moralitas. Berintegritas berarti memiliki karakter kuat, teguh mempertahankan prinsip, memiliki pribadi yang jujur, taat asas, norma dan etika menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.
Moralitas adalah memberi manusia aturan, nilai tentang baik dan buruk, perbuatan benar atau salah, berhubungan dengan etika, adat sopan santun. Moralitas memberi panduan bagaimana berucap, bertutur kata dan berbuat yang baik dan benar, penuh etika, saling menghormati dan menghargai.
Ini selaras membangun manusia yang berakhlak mulia,cakap, kreatif , mandiri dan menjadi manusia demokratis dan bertanggung jawab, sebagaimana bunyi pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
