Sementara itu, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Nurlaela Arief, menambahkan kampus tidak boleh menjadi tempat yang tertutup dari masyarakat.
ITB akan terus membuka kesempatan agar masyarakat dapat melihat langsung berbagai inovasi yang lahir di lingkungan kampus.
"Kampus jangan menjadi tempat yang steril, tetapi menjadi ruang kebudayaan dan kolaborasi. Dengan waktu dan situasi yang tepat, masyarakat bisa masuk dan melihat apa yang terjadi di kampus," kata Murlela.
Acara akulturasi tersebut dihadiri lebih dari 1.000 keluarga besar ITB, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, karyawan, hingga keluarga. Selain menampilkan karya akademik dan riset, kegiatan juga menghadirkan pertunjukan dari sivitas akademika serta kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ke depan, ITB berharap kolaborasi antara inovasi, budaya, dan dunia usaha dapat diperluas bersama mitra BUMN, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM agar hasil riset kampus mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
