Bukan Lagi 8GB, RAM 12GB Kini Jadi Tren Smartphone 2026, Ini Alasan di Baliknya

Minggu 07 Jun 2026, 07:38 WIB
Ilustrasi smartphone modern dengan fitur AI generatif. Meningkatnya pemrosesan AI langsung di perangkat membuat kebutuhan RAM pada ponsel terus bertambah, dengan kapasitas 12GB mulai dianggap sebagai standar baru pada 2026. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi smartphone modern dengan fitur AI generatif. Meningkatnya pemrosesan AI langsung di perangkat membuat kebutuhan RAM pada ponsel terus bertambah, dengan kapasitas 12GB mulai dianggap sebagai standar baru pada 2026. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Kebutuhan RAM pada smartphone kembali menjadi sorotan pada 2026. Jika beberapa tahun lalu kapasitas 8GB sudah dianggap lebih dari cukup untuk hampir semua aktivitas, kini tren mulai bergeser seiring berkembangnya fitur kecerdasan buatan (AI) yang berjalan langsung di perangkat.

Perubahan ini bukan sekadar strategi pemasaran produsen smartphone. Sejumlah pengamat industri menilai bahwa kehadiran AI generatif telah mengubah cara perangkat memproses data, sehingga membutuhkan kapasitas memori yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Salah satu faktor pendorongnya adalah meningkatnya penggunaan teknologi on-device AI, yakni pemrosesan AI yang dilakukan langsung di smartphone tanpa bergantung sepenuhnya pada server cloud. Pendekatan ini menawarkan respons yang lebih cepat sekaligus meningkatkan privasi pengguna karena data tidak perlu terus-menerus dikirim melalui internet.

Baca Juga: MPMX Fokus Perkuat Semua Lini Usaha di 2026, dari Motor Honda hingga Kendaraan Listrik

Laporan terbaru dari Gizmochina menyebutkan bahwa Google melalui ekosistem Gemini Intelligence mulai menetapkan kebutuhan perangkat keras yang lebih tinggi untuk menjalankan fitur AI generasi terbaru. Dalam sejumlah implementasi, kapasitas RAM 12GB disebut sebagai konfigurasi yang lebih ideal agar fitur-fitur AI dapat berjalan secara optimal.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti smartphone dengan RAM 8GB langsung kehilangan relevansinya. Untuk aktivitas sehari-hari seperti membuka media sosial, browsing, streaming video, fotografi, hingga penggunaan aplikasi produktivitas ringan, kapasitas tersebut masih mampu memberikan pengalaman yang nyaman.

RAM sendiri berfungsi sebagai ruang kerja sementara yang digunakan sistem operasi dan aplikasi saat berjalan. Semakin besar kapasitas RAM, semakin banyak proses yang dapat ditangani secara bersamaan tanpa membuat perangkat harus memuat ulang aplikasi yang sebelumnya dibuka.

Secara umum, kebutuhan RAM smartphone pada 2026 mulai terbagi dalam beberapa tingkatan. Untuk pengguna dasar yang fokus pada komunikasi, media sosial, dan hiburan, RAM 6GB masih cukup memadai. Namun ketika aktivitas multitasking semakin intensif, keterbatasannya mulai terasa.

Di sisi lain, RAM 8GB masih menjadi pilihan paling seimbang bagi mayoritas konsumen. Kapasitas ini mampu menjalankan berbagai aplikasi populer, game modern, serta kebutuhan kerja sehari-hari dengan cukup lancar. Beberapa fitur AI dasar juga masih dapat digunakan tanpa kendala berarti.

Perubahan mulai terlihat ketika pengguna ingin memanfaatkan fitur AI yang lebih kompleks. Teknologi seperti asisten berbasis model bahasa besar, pembuatan konten otomatis, transkripsi suara tingkat lanjut, hingga integrasi AI lintas aplikasi membutuhkan ruang memori yang lebih besar agar seluruh proses dapat berjalan langsung di perangkat.

Karena alasan tersebut, RAM 12GB kini mulai dipandang sebagai standar baru untuk smartphone yang dirancang menghadapi era AI. Bahkan di segmen flagship, sejumlah produsen telah menghadirkan opsi RAM 16GB sebagai spesifikasi standar pada model premium mereka.


Berita Terkait


News Update