Polres Cimahi Bongkar 9 Kasus Curanmor dalam 9 Hari, 13 Tersangka Dibekuk

Sabtu 06 Jun 2026, 19:35 WIB
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah Adi Putra, berikan penjelasan kepada awak media terkait ungkap kasus Curanmor di Mako Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Sabtu 6 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah Adi Putra, berikan penjelasan kepada awak media terkait ungkap kasus Curanmor di Mako Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Sabtu 6 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

CIMAHI, POSKOTA.CO.ID - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap sembilan laporan polisi (LP) kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam kurun waktu sekitar delapan hingga sembilan hari terakhir.

Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 13 tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor di sejumlah wilayah hukum Polres Cimahi.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan, para pelaku ditangkap di berbagai lokasi, mulai dari Kecamatan Cililin, Cimahi Selatan, Batujajar, Gunung Halu, hingga sejumlah daerah lainnya di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Bandung Barat Panen Jagung, Polres Cimahi Komitmen Dukung Program Pertanian Nasional

"Dari sembilan laporan polisi yang berhasil diungkap, kami mengamankan 13 tersangka beserta sejumlah barang bukti," kata Niko di Mako Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Sabtu 6 Juni 2026.

Selain para tersangka, polisi juga menyita sembilan unit kendaraan hasil curian, STNK, BPKB, serta alat-alat yang digunakan pelaku saat beraksi.

Barang bukti yang diamankan antara lain kunci astag dan gunting yang digunakan untuk membobol kendaraan.

Menurut polisi, kunci astag digunakan untuk merusak rumah kunci kendaraan sebelum motor dibawa kabur. Sementara gunting dipakai untuk memotong soket kelistrikan kendaraan.

Baca Juga: Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan Terbongkar, Narkoba di Cimahi Gagal Diedarkan

"Setelah soket dipotong, pelaku menyambungkannya dengan soket lain yang sudah dipersiapkan sehingga kendaraan bisa dinyalakan dan dibawa kabur," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, mayoritas aksi curanmor terjadi di kawasan permukiman, perumahan, rumah kontrakan, hingga lingkungan kos-kosan yang banyak dipenuhi kendaraan terparkir.


Berita Terkait


News Update