Apple Dikabarkan Hentikan Pengembangan Vision Pro 2, Fokus ke Kacamata Pintar Berbasis AI

Minggu 07 Jun 2026, 08:12 WIB
Ilustrasi perangkat Vision Pro dan konsep kacamata pintar Apple. Perusahaan dikabarkan mengalihkan fokus pengembangan dari headset mixed reality menuju smart glasses berbasis AI yang dinilai lebih berpotensi diterima pasar massal. (Sumber: Dok/Apple)

Ilustrasi perangkat Vision Pro dan konsep kacamata pintar Apple. Perusahaan dikabarkan mengalihkan fokus pengembangan dari headset mixed reality menuju smart glasses berbasis AI yang dinilai lebih berpotensi diterima pasar massal. (Sumber: Dok/Apple)

Meski terdengar menjanjikan, perangkat AR tersebut diperkirakan baru siap hadir paling cepat pada 2029.

Masa Depan Vision Pro Masih Menjadi Perdebatan

Meski laporan Kuo menunjukkan Apple mulai meninggalkan lini Vision Pro, pandangan berbeda datang dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman.

Dalam laporannya, Gurman menyebut Apple masih memiliki proyek Vision Pro 2 yang saat ini berada dalam tahap pengujian internal. Namun proyek tersebut disebut berstatus "on ice" atau tidak menjadi prioritas utama perusahaan untuk saat ini.

Gurman juga sebelumnya mengungkap bahwa Apple masih mengeksplorasi headset Vision Pro yang lebih ringan dan lebih terjangkau. Hanya saja, berbagai tantangan terkait desain produk dan biaya produksi membuat perangkat tersebut kemungkinan baru meluncur pada akhir 2028 atau bahkan 2029.

Perbedaan laporan ini menunjukkan bahwa arah pengembangan produk AR Apple masih bisa berubah seiring perkembangan teknologi dan respons pasar.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Bayi di Flyover Beji Ternyata Bangkai Kucing

Penjualan Vision Pro Jadi Faktor Penting

Perubahan strategi ini dinilai tidak lepas dari performa Vision Pro sejak pertama kali diperkenalkan ke publik.

Dengan harga mencapai US$3.499, headset tersebut menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari harga yang tinggi, bobot perangkat yang relatif berat, hingga keterbatasan ekosistem aplikasi dan konten.

Sejumlah laporan industri juga menyebut penjualan Vision Pro belum mampu memenuhi ekspektasi awal yang diharapkan Apple. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu mengevaluasi kembali pendekatan mereka terhadap pasar perangkat AR dan mixed reality.

Di sisi pengguna, respons terhadap kabar ini beragam. Sebagian mengaku masih puas dengan kemampuan Vision Pro saat ini. Namun sebagian lainnya khawatir berkurangnya fokus Apple terhadap lini Vision dapat memperlambat perkembangan aplikasi dan konten yang tersedia di masa depan.

Pada akhirnya, jika laporan tersebut terbukti akurat, Apple tampaknya tengah mengikuti tren baru industri teknologi: menghadirkan perangkat AI dan AR dalam bentuk yang lebih ringan, lebih praktis, dan lebih mudah digunakan oleh pasar massal. Bagi Apple, masa depan komputasi mungkin tidak lagi berada pada headset besar yang menutupi wajah, melainkan pada kacamata pintar yang dapat digunakan sepanjang hari layaknya aksesori biasa.


Berita Terkait


News Update