The Heritage Classic & Retro Festival Perdana Digelar, Satukan Komunitas Otomotif dari Berbagai Daerah

Sabtu 06 Jun 2026, 20:06 WIB
Event Director The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1, Otto Noordraven Bersama, Hananto Wibowo (Sumber: The Heritage Classic & Retro)

Event Director The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1, Otto Noordraven Bersama, Hananto Wibowo (Sumber: The Heritage Classic & Retro)

POSKOTA.CO.ID - Suasana kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan ini dipenuhi deretan kendaraan klasik dan retro dari berbagai era.

Puluhan mobil dan motor lawas tersebut menjadi bagian dari The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1 yang digelar di Puteri Gunung Hotel Lembang.

Festival yang digagas Komunitas Sahabat Klasik Retro Bersama (SKRB) ini tidak hanya menghadirkan pameran kendaraan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas otomotif, wisatawan, hingga keluarga yang ingin menikmati nuansa heritage di tengah udara sejuk pegunungan.

Pada penyelenggaraan perdananya, festival ini berhasil menarik partisipasi 33 komunitas kendaraan klasik dan retro dari berbagai wilayah.

Selain itu, terdapat 38 unit kendaraan pilihan yang dipamerkan, mulai dari koleksi orisinal, kendaraan hasil restorasi, hingga model retro dengan sentuhan modifikasi khas.

Peserta datang dari sejumlah daerah seperti Bandung Raya, Jabodetabek, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, hingga Cirebon.

Kehadiran komunitas lintas daerah tersebut memperlihatkan tingginya antusiasme para pecinta kendaraan klasik untuk berkumpul dan berbagi pengalaman dalam satu wadah yang sama.

Baca Juga: Daihatsu Kumpulkan 21 Komunitas Resmi di Jakarta, Bahas Program dan Aspirasi Anggota

Event Director The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1, Otto Noordraven, menilai kendaraan klasik memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding sekadar koleksi otomotif.

“Kendaraan klasik bukan hanya soal usia atau bentuk yang unik. Di dalamnya ada sejarah, ketelitian, kualitas pengerjaan, cerita personal, dan passion dari para pemilik maupun komunitas yang merawatnya. Melalui The Heritage, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi untuk nilai-nilai tersebut,” ujar Otto Noordraven.

Menurutnya, setiap kendaraan lawas memiliki perjalanan dan cerita tersendiri yang membuat keberadaannya tetap dihargai hingga saat ini.

“Di balik setiap kendaraan klasik selalu ada cerita. Ada memori, ada perjalanan, dan ada komitmen untuk menjaga sesuatu yang bernilai. Inilah yang membuat kendaraan klasik bukan sekadar benda koleksi, tetapi bagian dari warisan yang memiliki nilai emosional,” tambahnya.

Hadirkan Edukasi hingga Peluang Investasi

Selain menampilkan kendaraan klasik dan retro, festival ini juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif.

Pengunjung dapat mengikuti sesi diskusi mengenai prospek investasi kendaraan klasik, mengenal proses restorasi kendaraan hingga kembali ke kondisi pabrikan, serta memahami perkembangan tren kendaraan retro yang kini kembali diminati.

Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda yang mulai tertarik mengenal dunia kendaraan klasik.

Bangun Persaudaraan Antar-Komunitas

Salah satu pendiri Komunitas Sahabat Klasik Retro Bersama (SKRB), Ismeth Emier Osman, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari keinginan untuk memperkuat hubungan antar-komunitas otomotif di Indonesia.

“The Heritage bukan hanya tentang kendaraan klasik dan retro, tetapi tentang membangun persaudaraan yang lebih luas di antara para pecinta otomotif Indonesia. Kami ingin menciptakan ruang di mana komunitas dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, belajar bersama, dan membangun ekosistem kendaraan klasik yang semakin kuat. Kehadiran 33 komunitas pada penyelenggaraan perdana ini menjadi awal yang sangat baik untuk membangun aliansi yang lebih besar di masa depan,” ujar Ismeth.

Baca Juga: Komunitas Vario Jakarta Gelar Riding dan Tebar Inspirasi

Menurutnya, kolaborasi antarkomunitas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan budaya otomotif klasik di Indonesia.

Sementara itu, pemilihan Puteri Gunung Hotel Lembang sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Lanskap pegunungan, udara sejuk, serta karakter kawasan wisata dinilai mampu menghadirkan suasana yang selaras dengan tema klasik dan retro yang diusung festival.

Sebelum acara utama digelar, rangkaian kegiatan telah diawali dengan Dinner Night pada 5 Juni 2026 yang mempertemukan peserta, komunitas, dan tamu undangan dalam suasana yang lebih santai.

“Kami ingin The Heritage menjadi festival yang tidak hanya menarik bagi komunitas otomotif, tetapi juga relevan bagi keluarga, wisatawan, pelaku kreatif, dan masyarakat luas. Lembang memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata, dan kami percaya event seperti ini dapat menjadi magnet baru bagi kawasan ini,” jelas Ismeth.

Penyelenggara berharap The Heritage Classic & Retro Festival dapat berkembang menjadi agenda rutin yang dinantikan para pecinta kendaraan klasik dan masyarakat umum.

“Harapan kami, The Heritage dapat terus berkembang menjadi platform yang mempertemukan komunitas, kreativitas, lifestyle, edukasi, dan pariwisata. Ini bukan hanya tentang melihat kendaraan klasik, tetapi tentang menikmati cerita, suasana, dan pengalaman yang membuat masa lalu tetap hidup dengan cara yang relevan hari ini,” tutup Otto.


Berita Terkait


News Update