The Heritage Classic & Retro Festival Perdana Digelar, Satukan Komunitas Otomotif dari Berbagai Daerah

Sabtu 06 Jun 2026, 20:06 WIB
Event Director The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1, Otto Noordraven Bersama, Hananto Wibowo (Sumber: The Heritage Classic & Retro)

Event Director The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1, Otto Noordraven Bersama, Hananto Wibowo (Sumber: The Heritage Classic & Retro)

“Di balik setiap kendaraan klasik selalu ada cerita. Ada memori, ada perjalanan, dan ada komitmen untuk menjaga sesuatu yang bernilai. Inilah yang membuat kendaraan klasik bukan sekadar benda koleksi, tetapi bagian dari warisan yang memiliki nilai emosional,” tambahnya.

Hadirkan Edukasi hingga Peluang Investasi

Selain menampilkan kendaraan klasik dan retro, festival ini juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif.

Pengunjung dapat mengikuti sesi diskusi mengenai prospek investasi kendaraan klasik, mengenal proses restorasi kendaraan hingga kembali ke kondisi pabrikan, serta memahami perkembangan tren kendaraan retro yang kini kembali diminati.

Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda yang mulai tertarik mengenal dunia kendaraan klasik.

Bangun Persaudaraan Antar-Komunitas

Salah satu pendiri Komunitas Sahabat Klasik Retro Bersama (SKRB), Ismeth Emier Osman, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari keinginan untuk memperkuat hubungan antar-komunitas otomotif di Indonesia.

“The Heritage bukan hanya tentang kendaraan klasik dan retro, tetapi tentang membangun persaudaraan yang lebih luas di antara para pecinta otomotif Indonesia. Kami ingin menciptakan ruang di mana komunitas dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, belajar bersama, dan membangun ekosistem kendaraan klasik yang semakin kuat. Kehadiran 33 komunitas pada penyelenggaraan perdana ini menjadi awal yang sangat baik untuk membangun aliansi yang lebih besar di masa depan,” ujar Ismeth.

Baca Juga: Komunitas Vario Jakarta Gelar Riding dan Tebar Inspirasi

Menurutnya, kolaborasi antarkomunitas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan budaya otomotif klasik di Indonesia.

Sementara itu, pemilihan Puteri Gunung Hotel Lembang sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Lanskap pegunungan, udara sejuk, serta karakter kawasan wisata dinilai mampu menghadirkan suasana yang selaras dengan tema klasik dan retro yang diusung festival.

Sebelum acara utama digelar, rangkaian kegiatan telah diawali dengan Dinner Night pada 5 Juni 2026 yang mempertemukan peserta, komunitas, dan tamu undangan dalam suasana yang lebih santai.

“Kami ingin The Heritage menjadi festival yang tidak hanya menarik bagi komunitas otomotif, tetapi juga relevan bagi keluarga, wisatawan, pelaku kreatif, dan masyarakat luas. Lembang memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata, dan kami percaya event seperti ini dapat menjadi magnet baru bagi kawasan ini,” jelas Ismeth.

Penyelenggara berharap The Heritage Classic & Retro Festival dapat berkembang menjadi agenda rutin yang dinantikan para pecinta kendaraan klasik dan masyarakat umum.


Berita Terkait


News Update