POSKOTA.CO.ID - Apakah tarif listrik Juni 2026 naik sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Sejumlah masyarakat mengeluhkan tagihan listrik yang dibayar mengalami kenaikan secara mendadak.
Dugaan adanya kenaikan tarif listrik PLN ini menjadi diskusi hangat netizen di media sosial Threads. Tak sedikit warganet yang melaporkan tarif listriknya naik drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya.
"Eh serius ini listrik naiknya hampir 100 persen?" tanya seorang pengguna Threads memulai diskusi, seperti dikutip pada Senin, 1 Juni 2026.
Baca Juga: Siap-siap! Gaji ke-13 PNS Cair ke Rekening Juni 2026, Cek Tanggal Penyaluran dan Besarannya
Cuitan tersebut kemudian langsung dibanjiri oleh komentar warganet lainnya yang merasakan hal serupa. Bukan hanya listrik, beberapa netizen bahkan mengaku tagihan air nya ikut mengalami kenaikan meskipun dengan pemakaian yang sama.
"Dibilang pemakaian kWh melonjak tapi semua barang yang dipake dari tahun kemarin ya itu itu aja, kayaknya sulap aja sih nih," kata seorang pengguna menanggapi cuitan tersebut.
"Bulan April 850 ribu, bulan Mei 1 juta. Padahal di Maret masih 650 ribu," komentar pengguna lain.
"Realllll listrik & air naiknya ga kira-kira," ujar yang lainnya.
Lantas, benarkah ada kenaikan tarif listrik Juni 2026 dan beberapa bulan sebelumnya?
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026 Stabil di Rp2.799.000 per Gram, Masih Layak Dibeli?
Apakah Tarif Listrik Juni 2026 Naik?
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan tarif listrik periode April-Juni 2026 atau Triwulan II 2026 tetap atau tidak mengalami kenaikan.
"Masyarakat tidak perlu cemas karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II-2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro," kata Tri dalam keterangannya pada Maret 2026 lalu.
Keputusan tersebut, katanya, diambil setelah mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat saat ini dan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya saing industri, daya beli masyarakat, serta stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi global, pemerintah memutuskan tarif listrik tidak berubah," ujarnya.
Rincian Tarif Listrik PLN Juni 2026
Berikut ini rincian tarif listrik Kuartal II 2026 yang tidak mengalami perubahan dan masih berlaku hingga Juni 2026.
Keperluan Rumah Tangga
- Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh.
Keperluan Bisnis
- Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh.
Keperluan Industri
- Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
- Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp996,74 per kWh.
Keperluan Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum
- Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
- Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp1.644,52 per kWh.
Keperluan Pelayanan Sosial
- Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp325 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp455 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp708 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp760 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp900 per kWh
- Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp925 per kWh
Keperluan Rumah Tangga
- Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp415 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp605 per kWh.
Nah, itu lah daftar tarif listrik PLN terbaru Juni 2026 yang tidak mengalami perubahan harga, seperti dihimpun dari laman Kementerian ESDM.
