“Bumi ini bukan warisan nenek moyang semata, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, tanggung jawab menjaga lingkungan hidup bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas moral seluruh generasi. Saya percaya lulusan Universitas Nasional mampu menjadi generasi solusi yang membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, bermartabat, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, S.E., M.A., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Nasional dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Menurut Henri, gelar akademik yang diraih para wisudawan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Ijazah yang Saudara terima hari ini adalah bukti capaian akademik sekaligus kunci pembuka berbagai peluang. Namun yang akan menentukan keberhasilan Saudara di masa depan adalah karakter, integritas, dan kemampuan untuk terus belajar menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Henri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kejujuran dan etika di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, tetapi tidak jujur sangat sulit diperbaiki. Karena itu, jadikan integritas sebagai identitas utama dalam setiap peran yang Saudara jalani setelah lulus dari Universitas Nasional,” tegasnya.
Pada sesi kedua, hadir Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Dr. H. Tubagus Ace Hasan Syadzily, M. Si, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Generasi Muda: Bonus Demografi dan Tantangan Bangsa”.
Dalam orasinya, Ace Hasan menegaskan bahwa wisuda merupakan awal dari perjalanan pengabdian dan kepemimpinan generasi muda Indonesia. Ia mengajak para lulusan untuk meneladani semangat patriotisme intelektual para pendiri Universitas Nasional serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Hari ini Saudara telah menyelesaikan satu fase penting dalam kehidupan. Namun sesungguhnya, tantangan yang lebih besar baru dimulai. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaulat,” ujarnya.
Ace Hasan menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, bonus demografi harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta penguatan karakter kebangsaan.
“Kita membutuhkan generasi yang mampu berpikir global, tetapi tetap berpijak kuat pada kepentingan nasional. Inilah yang saya sebut sebagai nasionalisme baru, yaitu kemampuan untuk berkompetisi di tingkat dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari rivalitas geopolitik dan geoekonomi, disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga perubahan struktur demografi dunia.
