Unas Luluskan 1.838 Wisudawan, Tegaskan Peran Kampus Pusat Kebudayaan, Peradaban, dan Etika

Minggu 31 Mei 2026, 22:58 WIB
Pembekalan bagi wisudawan oleh  Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M. Si Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, pada Wisuda Unas, di JICC Senayan, Minggu, 31 Mei 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Pembekalan bagi wisudawan oleh Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M. Si Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, pada Wisuda Unas, di JICC Senayan, Minggu, 31 Mei 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

“Universitas harus menjadi The Cradle of Civilization—rahim tempat peradaban dilahirkan dan dirawat,” ujarnya.

Ramlan menambahkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), harus tetap diarahkan oleh etika dan nilai kemanusiaan.

“Jika peradaban adalah tubuh dari kemajuan kita, maka etika adalah jiwa yang menghidupkannya,” tegasnya.

Dukungan Tokoh Nasional

Wisuda sesi pertama turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M. Si., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sekaligus Guru Besar Kehormatan Universitas Nasional, Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M. Sc, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, S.E., M.A., serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Toni Toharudin, S. Si, M. Sc.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M. Si mengajak para wisudawan untuk menjadi generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan kemanusiaan.

“Hari ini Saudara tidak hanya menerima gelar akademik, tetapi juga menerima amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan tempat kita hidup bersama,” ujarnya.

Jumhur menyoroti tantangan global yang dihadapi dunia saat ini berupa triple planetary crisis, yaitu krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan meningkatnya polusi lingkungan.

“Krisis lingkungan bukan lagi sekadar isu akademik, tetapi telah menjadi persoalan ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan kemanusiaan. Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” tegasnya.

Ia juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian penting dari solusi lingkungan global melalui kekayaan hutan tropis, mangrove, biodiversitas, dan sumber daya alam yang dimiliki.

“Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan lingkungan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi global. Apa yang kita lakukan hari ini dalam menjaga hutan, mangrove, sungai, dan laut akan menentukan masa depan generasi mendatang,” katanya.

Menutup orasinya, Jumhur mengajak para lulusan untuk mengambil peran dalam transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update