Whoop dan Oura misalnya, kini lebih dikenal karena kemampuan AI mereka dalam membaca pola tubuh pengguna dan memberikan rekomendasi langsung untuk memperbaiki kualitas hidup sehari-hari.
Di sisi lain, Apple sebenarnya disebut sudah mulai mengeksplorasi pengembangan perangkat wearable baru tanpa layar. Perusahaan asal Cupertino itu juga dikabarkan tengah menyiapkan inisiatif kesehatan berbasis AI yang lebih canggih, termasuk proyek internal bernama Mulberry.
Menariknya, VP Senior Services Apple, Eddy Cue, diketahui turut menggunakan perangkat dari Oura dan Whoop. Hal itu dianggap sebagai sinyal bahwa Apple memahami perubahan tren pasar wearable modern.
Dengan kekuatan di bidang silikon, sensor, desain industri, dan rekayasa material, Apple dinilai masih punya peluang besar untuk kembali memimpin pasar. Namun jika inovasi berjalan terlalu lambat, bukan tidak mungkin definisi perangkat wearable masa depan justru dibentuk oleh para pesaingnya.
