Ekonomika Pancasila: Selamat Datang, Ekonomi Konstitusi

Rabu 27 Mei 2026, 18:11 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre).(Sumber: Poskota)

Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre).(Sumber: Poskota)

Cara-cara yang digunakan biasanya dengan membentuk opini bahwa kebijakan nasionalis akan menghancurkan ekonomi dan menggelapkan masa depannya; mengungkap dosa-dosa masa lalunya; mengkampanyekan pemimpin nasionalis sebagai ancaman demokrasi dan HAM; membuat ketakutan terhadap investasi asing keluar dari negara; menyebarkan pesimisme terhadap kemampuan bangsa sendiri.

Saat bersamaan, melalui agen-agennya mereka menghapus mimpi-mimpi republik; menggunakan media internasional untuk mempengaruhi elite lokal dan kelas menengah agar berontak; juga membenturkan rakyat dengan pemerintah melalui isu ekonomi jangka pendek.

Memang, melepaskan diri dari mazhab neoliberal dan penjajahan kaum serakah itu susah, apalagi menghajarnya. Tetapi, yang jauh lebih keren itu sebenarnya saat kita mampu memproduksi mazhab yang bisa "menelannya" dengan menikamnya persis di jantungnya. Di sini, presiden Prabowo sedang mencoba: walau ia terlihat sendirian.

Padahal, pancasila dan pikiran pendiri republik kita masih sama. Keduanya, duduk di tempat yang sama dengan perasaan yang tidak pernah berubah sedikit pun. Karenanya bagi kami, mendukungmu (pikiran, tulisan, harapan dan program) bukanlah sebuah beban atau hal yang menjemukan, melainkan cara terbaik untuk menjaga kesetiaan dan kecintaan pada republik.

Setiap detik yang berlalu tanpa kehadiran proyek besar itu justru membuat rasa ini semakin khawatir dan membuktikan bahwa ruang di hati kami memang hanya diciptakan khusus untukmu. Kami tidak peduli seberapa jauh jarak membentang atau seberapa lama waktu harus dihabiskan untuk merealisasikannya. Karena kami percaya akhir dari pertempuran dan perang ini adalah kebahagiaan bersama. Kita akan buktikan bahwa semesta berpihak pada peradaban pancasila.


Berita Terkait


News Update