Jakarta Siaga Hantavirus, Seluruh Faskes Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Rabu 20 Mei 2026, 16:37 WIB
Ilustrasi. Jakarta siaga Hantavirus. (Sumber: Pexels/Anna Shvests)

Ilustrasi. Jakarta siaga Hantavirus. (Sumber: Pexels/Anna Shvests)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan status kewaspadaan kesehatan setelah ditemukan tiga kasus positif hantavirus serta enam pasien suspek yang kini masih dalam pemantauan intensif, Rabu, 20 Mei 2026.

Temuan tersebut memicu langkah cepat guna mencegah potensi penyebaran penyakit zoonosis di kawasan perkotaan padat penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di ibu kota.

Selain itu, beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD) juga ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel untuk memperkuat sistem deteksi dini dan penanganan kasus.

Baca Juga: 30 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Penuh Semangat Persatuan, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

Seluruh Fasilitas Kesehatan Diminta Siaga

Ilustrasi. Fasilitas kesehatan. (Sumber: Freepik/Freepik)

Menurut Ani, seluruh fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.

“Seluruh fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan penambahan kasus,” ujar Ani pada Rabu, 20 Mei 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini mengingat hantavirus dapat berkembang menjadi penyakit serius jika terlambat ditangani.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia.

Baca Juga: Kesehatan Nadiem Makarim Menurun Drastis, Penyakit Ini Jadi Pemicunya

Risiko penularan dinilai lebih tinggi di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan sanitasi lingkungan yang kurang optimal.

Di kota besar seperti Jakarta, keberadaan permukiman padat serta pengelolaan sampah yang belum merata menjadi faktor yang dapat meningkatkan potensi penyebaran virus tersebut.

Gejala Awal Jangan Diabaikan

Praktisi kesehatan masyarakat, Ngabila Salama, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal infeksi hantavirus. Ia menegaskan bahwa keterlambatan pemeriksaan dapat memicu komplikasi berat.

“Jika mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot hebat, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai sesak napas atau gangguan ginjal,” jelas Ngabila.

Ia juga menyebut kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serius akibat infeksi tersebut.

Sanitasi Lingkungan Jadi Sorotan

Meningkatnya kewaspadaan terhadap hantavirus kembali menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus di wilayah perkotaan.

Baca Juga: Diskursus Sistem Perekonomian Nasional di Istana

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana namun efektif, mulai dari menjaga kebersihan rumah, memastikan ventilasi udara berjalan baik, rutin mencuci tangan, hingga melakukan pengendalian hama tikus di lingkungan sekitar.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular di kota besar tidak hanya berasal dari wabah global, tetapi juga dari persoalan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kerap dianggap sepele.


Berita Terkait


News Update