Di kota besar seperti Jakarta, keberadaan permukiman padat serta pengelolaan sampah yang belum merata menjadi faktor yang dapat meningkatkan potensi penyebaran virus tersebut.
Gejala Awal Jangan Diabaikan
Praktisi kesehatan masyarakat, Ngabila Salama, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal infeksi hantavirus. Ia menegaskan bahwa keterlambatan pemeriksaan dapat memicu komplikasi berat.
“Jika mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot hebat, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai sesak napas atau gangguan ginjal,” jelas Ngabila.
Ia juga menyebut kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serius akibat infeksi tersebut.
Sanitasi Lingkungan Jadi Sorotan
Meningkatnya kewaspadaan terhadap hantavirus kembali menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus di wilayah perkotaan.
Baca Juga: Diskursus Sistem Perekonomian Nasional di Istana
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana namun efektif, mulai dari menjaga kebersihan rumah, memastikan ventilasi udara berjalan baik, rutin mencuci tangan, hingga melakukan pengendalian hama tikus di lingkungan sekitar.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular di kota besar tidak hanya berasal dari wabah global, tetapi juga dari persoalan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kerap dianggap sepele.
