Kopi Pagi: Moralitas Menuju Pemilu Berintegritas

Senin 18 Mei 2026, 05:35 WIB
Kopi Pagi edisi Senin, 18 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Kopi Pagi edisi Senin, 18 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Kita meyakini pandangan semacam ini tidak akan terjadi selama para elite politik dan pejabat publik masih mengedepankan etika dan moralitas politik dalam merumuskan kebijakan yang berujung kepada kesejahteraan rakyat.

Beda pendapat adalah keniscayaan, tetapi hendaknya tetap dikemas dalam kerangka saling menghargai dan menghormati, tidak memaksakan kehendaknya, tidak maunya menang sendiri.

Inilah moralitas bangsa Indonesia yang hendaknya teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam dunia maya, lebih-lebih alam nyata.

Patut diingat, sejarah mencatat, suatu bangsa akan menjadi besar karena moralitas bangsanya baik, unggul dan tangguh. Sebaliknya bangsa akan menjadi lemah, bahkan runtuh, jika moralitas bangsanya juga ambruk, seperti dikatakan Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.

Dengan keteladanan para elite dan pejabat publik, mari kita gelorakan moralitas politik bangsa untuk mengawal revisi UU Pemilu yang baru, mewujudkan pemilu berintegritas menuju Indonesia Emas 2045. (Azisoko)


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Taat Kontrol Diri

News Update