6 Jenis Investasi Aman untuk Pemula, Cocok untuk Anak Muda yang Baru Belajar Kelola Keuangan

Senin 18 Mei 2026, 06:17 WIB
Ilustrasi orang sedang ber investasi. (Sumber: Unsplash/Austin Distel)

Ilustrasi orang sedang ber investasi. (Sumber: Unsplash/Austin Distel)

Meski dikenal memiliki risiko lebih tinggi dibanding instrumen lain, saham tetap menjadi pilihan investasi yang menarik bagi anak muda. Banyak investor pemula kini mulai belajar investasi saham dari nominal kecil sambil memahami cara kerja pasar modal.

Dalam investasi saham, penting bagi investor untuk melakukan riset terhadap kondisi perusahaan atau analisis fundamental sebelum membeli. Langkah ini bertujuan agar keputusan investasi lebih terukur dan risiko kerugian bisa diminimalkan.

Selain berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang, saham juga dianggap efektif untuk membantu masyarakat memahami dunia investasi secara lebih mendalam.

4. Deposito Cocok untuk Risiko Rendah

Bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan dana, deposito masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman. Produk simpanan ini menawarkan bunga tetap dalam jangka waktu tertentu dengan risiko yang cenderung minim.

Deposito juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS sesuai ketentuan yang berlaku. Perlindungan tersebut membuat banyak investor pemula merasa lebih tenang saat menyimpan dana di bank.

Besaran bunga deposito biasanya berbeda di setiap bank tergantung kebijakan masing-masing lembaga keuangan.

5. Surat Berharga Negara Makin Mudah Dibeli

Instrumen investasi lain yang mulai diminati masyarakat adalah Surat Berharga Negara atau SBN. Produk ini diterbitkan langsung oleh pemerintah sehingga dinilai aman untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Saat ini pembelian SBN semakin mudah karena dapat dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi. Beberapa jenis SBN ritel yang cukup populer antara lain Saving Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan, dan Obligasi Negara Ritel (ORI).

Investor akan memperoleh keuntungan berupa kupon rutin serta pengembalian pokok investasi saat jatuh tempo.

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan, Transjakarta Siapkan Sejumlah Rute ke Indonesia Arena GBK

6. Barang Koleksi Punya Nilai Investasi

Selain produk keuangan, barang koleksi juga dapat menjadi instrumen investasi yang menjanjikan. Beberapa contoh barang yang memiliki nilai tinggi di pasar kolektor antara lain jam tangan mewah, motor klasik, hingga barang antik.

Namun, investasi jenis ini memerlukan pemahaman terhadap tren pasar dan tingkat kelangkaan barang. Semakin langka dan diminati kolektor, nilai jual barang biasanya akan terus meningkat dari waktu ke waktu.


Berita Terkait


News Update