“Iya juga. Investasi mengalir, industri jalan, tapi kalau menimbulkan kerusakan lingkungan, terlebih menggusur masyarakat setempat dan sekitarnya tanpa perlindungan masa depannya, bagaikan buah simalakama,” kata Yudi.
“Menurut saya, apa pun bentuk investasi ke negeri kita buah yang dihasilkan harus tetap satu kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,” urai Heri.
“Bagaimana kemakmuran rakyat dapat segera dipetik, jika investasi tak kunjung datang, usaha layu sebelum berkembang, karena sulitnya perizinan,” ujar Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Penebar Politik Uang, Blacklist Selamanya
“Nah, perizinan yang tak hanya sulit, juga rumit dan berbelit bagaikan benang kusut itulah yang harus segera diurai dengan menerbitkan deregulasi baru,” jelas mas Bro.
“Poin penting lainnya yang mesti dijaga dan diawasi bersama adalah jangan sampai karena izin begitu mudah didapat lantas menjadi semena – mena dalam berusaha, muncul sifat serakah tanpa arah,” kata Heri.
“Intinya, birokrasi perizinan harus dipangkas guna mendorong investasi dan kenyamanan berusaha, tetapi kearifan lokal harus tetap terpelihara sebagai basis kekuatan ekonomi rakyat,” kata Yudi.
“Jangan sampai investasi didapat, namun ekonomi rakyat menjadi tak bergerak. Pembangunan infrastruktur deras meluncur, tapi tak sedikit masyarakat tergusur, harapan masa depan ikut terkubur,” urai mas Bro.
