Obrolan Warteg: Penataan Kembali Gerbong Perempuan

Rabu 29 Apr 2026, 11:22 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg edisi Rabu, 29 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Ilustrasi Obrolan Warteg edisi Rabu, 29 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh :Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  –  Duka mendalam begitu terasa menyusul peristiwa tragis, di mana Commuter Line alias KRL ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari belakang selagi berhenti, di peron Stasiun Bekasi Timur.

Diberitakan sementara, tercatat 14 orang meninggal dunia, 84 penumpang lainnya luka – luka masih dalam perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Jika diurut, penyebab kejadian ini bukan sebatas kereta tabrak kereta, tetapi imbas dari kecelakaan sebidang yang melibatkan sebuah taksi dan KRL perlintasan kereta api.

Insiden ini membutuhkan penanganan lebih lanjut, di antaranya penghentian sementara perjalanan KRL lainnya guna keperluan evakuasi hingga tertabrak kereta api cepat.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tak Lagi Cash And Carry

Itu kronologi awal sebagaimana dijelaskan Kementerian Perhubungan. Pengusutan lebih lanjut atas insiden yang merenggut banyak korban jiwa ini, ditangani pula oleh KNKT ( Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

“Semoga KNKT dapat menguak benang merah insiden ini secara objektif dan transparan. Dapat menguak fakta yang sebenarnya sebagai kajian dalam merumuskan keselamatan dan keamanan penumpang kereta api, utamanya KRL,”ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Betul, KRL adalah transportasi publik yang sangat diminati masyarakat,utamanya di Jabodetabek dalam beraktivitas sehari- hari, tak hanya berangkat dan pulang kerja, juga kegiatan sosial ekonomi masyarakat,” tambah Yudi.

“Cukup beralasan jika berbagai pihak meminta agar keselamatan penumpang KRL menjadi prioritas yang utama,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Cuma Lihat Covernya


Berita Terkait


News Update