Arsari Tambang Segera Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka

Selasa 12 Mei 2026, 18:33 WIB
Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo kepada awak media di JCC, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo kepada awak media di JCC, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

“Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia,” ujarnya.

Aryo juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, perusahaan swasta, dan perusahaan pelat merah sektor timah, untuk mempercepat pengembangan pusat riset tersebut.

Ia menyebutkan, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang telah lama bergerak di industri timah dapat menjadi langkah penting membangun ekosistem penelitian mineral nasional.

Pusat riset ini menjadi bagian dari agenda lebih luas Arsari Tambang dalam memperkuat hilirisasi mineral. Sebelumnya, Arsari Tambang telah membangun pabrik solder di Batam, yaitu PT Solder Tin Andalan Indonesia, sebagai upaya memperluas rantai nilai industri timah dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Bagi Arsari Tambang, masa depan pertambangan tidak lagi sekadar bertumpu pada ekstraksi sumber daya, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi, inovasi teknologi, dan keberlanjutan industri mineral nasional.


Berita Terkait


News Update