WHO Bagikan 7 Tips Ampuh Hindari Hantavirus dari Tikus

Minggu 10 Mei 2026, 19:44 WIB
Ilustrasi. Tips ampuh hindari Hantavirus dari WHO. (Foto: Bloomberg)

Ilustrasi. Tips ampuh hindari Hantavirus dari WHO. (Foto: Bloomberg)

POSKOTA.CO.ID - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan tiga orang meninggal dunia di sebuah kapal pesiar.

Menyusul kejadian tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization mengeluarkan panduan pencegahan guna mengurangi risiko penularan virus yang berasal dari hewan pengerat.

Hantavirus diketahui dapat menyebar melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi.

Penyakit ini berpotensi menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca Juga: Haerul Saleh Tutup Usia dalam Kebakaran Rumah, Ini Jejak Kariernya

7 Cara Pencegahan Hantavirus Ala WHO

Ilustrasi. Virus (Sumber: Pinterest)

WHO menekankan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari hewan pengerat. Berikut tujuh langkah pencegahan yang direkomendasikan:

  1. Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja secara rutin.
  2. Menutup celah atau lubang yang memungkinkan tikus masuk ke rumah, kantor, maupun kapal pesiar.
  3. Menyimpan makanan di tempat aman dan tertutup rapat.
  4. Menggunakan metode pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi hewan pengerat.
  5. Menghindari menyapu kering atau menggunakan vacuum cleaner pada kotoran tikus karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara.
  6. Membasahi area yang terkontaminasi sebelum proses pembersihan dilakukan.
  7. Memperkuat kebiasaan mencuci tangan untuk menjaga kebersihan diri.

WHO juga mengingatkan bahwa identifikasi dini terhadap kasus yang dicurigai sangat penting selama masa wabah.

Langkah seperti isolasi pasien, pemantauan kontak erat, dan penerapan protokol kesehatan dinilai efektif untuk membatasi penyebaran virus lebih lanjut.

Baca Juga: Siapa Bro Ron? Figur Kontroversial PSI yang Kini Jadi Korban Serangan di Menteng

Pencegahan Hantavirus di Fasilitas Kesehatan

WHO menyebut risiko penularan hantavirus di fasilitas layanan kesehatan tergolong rendah apabila prosedur pencegahan infeksi diterapkan dengan benar.

Tenaga medis diwajibkan menjalankan kewaspadaan standar, termasuk menjaga kebersihan tangan, membersihkan lingkungan pelayanan, serta menangani darah dan cairan tubuh pasien secara aman.

Pada pasien dengan dugaan atau konfirmasi infeksi hantavirus, fasilitas kesehatan disarankan menerapkan kewaspadaan tambahan berbasis penularan.

Sementara untuk prosedur medis yang menghasilkan aerosol, perlindungan airborne wajib digunakan demi melindungi tenaga kesehatan dari risiko infeksi.

Baca Juga: Apa Bedanya CNG dan LPG 3 Kg? Segini Selisih Biayanya

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Gejala hantavirus pada manusia umumnya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah terpapar virus. Keluhan awal biasanya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut

Dalam kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga syok.

Pada jenis penyakit HFRS atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome, infeksi dapat berkembang menjadi tekanan darah rendah, gangguan perdarahan, serta gagal ginjal yang membahayakan jiwa.

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran hantavirus.


Berita Terkait


News Update