POSKOTA.CO.ID - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah dilaporkan tiga orang meninggal dunia di sebuah kapal pesiar.
Menyusul kejadian tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization mengeluarkan panduan pencegahan guna mengurangi risiko penularan virus yang berasal dari hewan pengerat.
Hantavirus diketahui dapat menyebar melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi.
Penyakit ini berpotensi menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca Juga: Haerul Saleh Tutup Usia dalam Kebakaran Rumah, Ini Jejak Kariernya
7 Cara Pencegahan Hantavirus Ala WHO

WHO menekankan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari hewan pengerat. Berikut tujuh langkah pencegahan yang direkomendasikan:
- Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja secara rutin.
- Menutup celah atau lubang yang memungkinkan tikus masuk ke rumah, kantor, maupun kapal pesiar.
- Menyimpan makanan di tempat aman dan tertutup rapat.
- Menggunakan metode pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi hewan pengerat.
- Menghindari menyapu kering atau menggunakan vacuum cleaner pada kotoran tikus karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara.
- Membasahi area yang terkontaminasi sebelum proses pembersihan dilakukan.
- Memperkuat kebiasaan mencuci tangan untuk menjaga kebersihan diri.
WHO juga mengingatkan bahwa identifikasi dini terhadap kasus yang dicurigai sangat penting selama masa wabah.
Langkah seperti isolasi pasien, pemantauan kontak erat, dan penerapan protokol kesehatan dinilai efektif untuk membatasi penyebaran virus lebih lanjut.
Baca Juga: Siapa Bro Ron? Figur Kontroversial PSI yang Kini Jadi Korban Serangan di Menteng
Pencegahan Hantavirus di Fasilitas Kesehatan
WHO menyebut risiko penularan hantavirus di fasilitas layanan kesehatan tergolong rendah apabila prosedur pencegahan infeksi diterapkan dengan benar.
Tenaga medis diwajibkan menjalankan kewaspadaan standar, termasuk menjaga kebersihan tangan, membersihkan lingkungan pelayanan, serta menangani darah dan cairan tubuh pasien secara aman.
