Obrolan Warteg: Bermimpilah Setinggi Langit

Sabtu 09 Mei 2026, 10:36 WIB
Obrolan warteg edisi hari ini, Sabtu, 9 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg edisi hari ini, Sabtu, 9 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Kadang banyak orang teriak perubahan. Ingin mengubah orang - orang di sekitarnya menjadi lebih baik, tapi dirinya sendiri tidak mampu berubah menjadi lebih baik karena terbelenggu dengan kenyamanan,” jelas mas Bro.

“Yang ironis, ada yang sering berteriak untuk mematuhi hukum, jangan sekali – sekali melanggar peraturan, bahkan mari kita antikorupsi, malah dirinya menjadi koruptor. Itu namanya omdo (omong doang),” urai Yudi.

“Itu soal berubah menjadi lebih baik, lantas bagaimana upaya menggapai cita-cita setinggi langit?” kata Heri.

“Setuju membuat cita – cita harus tinggi, misalnya ingin menjadi bupati, gubernur atau bahkan presiden sekalipun, itu sah-sah saja. Namun, harus tetap realistis,” ujar Yudi.

“Betul juga harus melihat kemampuan diri. Punya modal nggak. Dan, bicara modal politik bukan cuma dukungan parpol , juga soal keuangan. Tak hanya mengandalkan elektabilitas, kapabilitas dan akseptabilitas, juga integritas. Belum lagi bicara soal moralitas,” jelas mas Bro.

“Wah. Kalau mikirin itu semua, bagaimana kita memimpikan cita-cita setinggi langit, Bro” ujar Yudi.

“Kalau memimpikan sesuatu boleh -boleh saja, yang penting mempersiapkan diri. Kalau ingin jadi pejabat, jadilah pejabat yang merakyat. Jika ingin jadi kepala daerah , jadilah kepala daerah untuk memajukan daerahnya dan menyejahterakan warganya. Bukan dirinya dan keluarganya,” jawab mas Bro.

“Jadi sudah cita-citanya tinggi, mulia lagi karena semuanya dilakukan demi kemaslahatan umat, bukan kerabat dekat,” ujar Heri.


Berita Terkait


News Update