HP Baterai Jumbo Makin Diminati pada 2026, Produsen Berlomba Hadirkan Kapasitas 7.000 mAh ke Atas

Jumat 08 Mei 2026, 10:19 WIB
Deretan smartphone baterai jumbo terbaru 2026 mulai hadir di Indonesia dengan kapasitas hingga 8.500 mAh dan dukungan fast charging berdaya tinggi. (Sumber: Pinterest)

Deretan smartphone baterai jumbo terbaru 2026 mulai hadir di Indonesia dengan kapasitas hingga 8.500 mAh dan dukungan fast charging berdaya tinggi. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Tren smartphone dengan baterai jumbo semakin terlihat mendominasi pasar Indonesia sepanjang 2026. Jika beberapa tahun lalu kapasitas 5.000 mAh masih dianggap besar, kini sejumlah produsen mulai menghadirkan perangkat dengan baterai 7.000 mAh hingga 8.500 mAh untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin aktif menggunakan ponsel sepanjang hari.

Perubahan pola penggunaan menjadi salah satu faktor utama. Smartphone kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga perangkat kerja, hiburan, navigasi, hingga gaming. Kondisi itu membuat daya tahan baterai menjadi perhatian utama banyak konsumen.

Sejumlah merek seperti OPPO, Vivo, Realme, Motorola, dan POCO mulai aktif merilis ponsel berkapasitas baterai besar di Indonesia.

Bukan hanya menawarkan daya tahan lebih panjang, sebagian besar perangkat terbaru tersebut juga sudah dibekali teknologi fast charging berdaya tinggi hingga fitur reverse charging yang memungkinkan ponsel digunakan layaknya powerbank.

Baca Juga: Orang Tua Yosika Ayumi Siapa dan Asal Mana? Ini Calon Menantu Soimah yang Bakal Menikah dengan Aksa Uyun Dananjaya

Oppo hingga Poco Ramaikan Persaingan HP Baterai Jumbo

Salah satu perangkat yang cukup menarik perhatian datang dari Oppo A6t Pro 5G. Smartphone ini resmi hadir di Indonesia pada Februari 2026 dengan baterai 7.000 mAh dan dukungan pengisian cepat 80W SUPERVOOC.

Oppo mengklaim perangkat tersebut mampu digunakan menonton YouTube hampir 19 jam dan bermain game seperti Mobile Legends: Bang Bang hingga 12 jam nonstop. “Pengisian dari 1 persen ke 24 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit,” tulis Oppo dalam materi peluncurannya.

Tak hanya itu, Oppo juga menyebut kapasitas baterai perangkat masih dapat bertahan di atas 80 persen setelah melewati 1.800 kali siklus pengisian.

Di segmen yang sama, Vivo Y31d Pro hadir dengan pendekatan serupa. Smartphone ini membawa baterai 7.000 mAh dan fast charging 90 watt.

Vivo mengklaim perangkat dapat bertahan hingga 14 hari dalam mode standby dan mampu memutar musik selama 72 jam. Bahkan ketika baterai tersisa 1 persen, ponsel disebut masih bisa dipakai menelepon sekitar 40 menit.

“Perangkat ini dirancang untuk pengguna dengan mobilitas tinggi seperti pengemudi ojek online maupun pekerja lapangan,” tulis Vivo dalam pengenalannya di Indonesia.

Sementara itu, Realme 16 Series juga ikut meramaikan pasar melalui tiga model berbeda, yakni Realme 16, Realme 16 Pro, dan Realme 16 Pro Plus. Ketiganya sama-sama mengusung baterai 7.000 mAh.

Realme menyebut seri tersebut mampu digunakan streaming video lebih dari 20 jam dan bermain game selama lebih dari 10 jam dalam satu kali pengisian daya.

Motorola dan Poco Hadir dengan Kapasitas Lebih Besar

Persaingan semakin menarik ketika Motorola Edge 70 Fusion meluncur di Indonesia pada April 2026. Menariknya, versi Indonesia mendapatkan baterai lebih besar dibanding model global.

Jika varian global hanya membawa baterai 5.200 mAh, versi Indonesia hadir dengan kapasitas 7.000 mAh. Motorola mengklaim perangkat sanggup bertahan hingga sekitar 50 jam pemakaian normal.

Di sisi lain, Poco X8 Pro Max menjadi perangkat dengan kapasitas terbesar dalam daftar ini. Smartphone tersebut dibekali baterai silikon-karbon 8.500 mAh, lebih tinggi dibanding rata-rata ponsel flagship saat ini.

Poco mengklaim perangkat mampu bertahan hingga dua hari penggunaan normal. Untuk kebutuhan gaming, smartphone disebut dapat digunakan lebih dari 15 jam, sedangkan video call mencapai lebih dari 16 jam.

Teknologi fast charging 100 watt juga menjadi nilai jual utama. Poco menyebut baterai dapat terisi hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 24 menit.

Baca Juga: Perpres Baru Ojol Terbit, Ini Respons inDrive Indonesia

Baterai Besar Kini Jadi Prioritas Konsumen

Meningkatnya tren smartphone baterai jumbo menunjukkan perubahan preferensi konsumen. Banyak pengguna kini lebih memprioritaskan daya tahan perangkat dibanding desain tipis.

Teknologi baterai silikon-karbon juga mulai menjadi perhatian karena memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa membuat bodi ponsel terlalu tebal.

Selain itu, hadirnya fast charging berdaya tinggi membuat kapasitas besar tidak lagi identik dengan waktu pengisian yang lama.

Meski demikian, pengamat teknologi menilai kapasitas baterai tetap bukan satu-satunya faktor penentu saat memilih smartphone. Performa chipset, kualitas kamera, layar, hingga dukungan pembaruan software masih menjadi pertimbangan penting.

Namun bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, mulai dari gamer hingga pekerja lapangan, smartphone dengan baterai jumbo dinilai menjadi solusi praktis agar aktivitas tetap berjalan tanpa khawatir kehabisan daya di tengah hari.


Berita Terkait


News Update