Kepala Bakom, Muhammad Qodari, sebelumnya menyebut pihaknya bermitra dengan homeless media untuk ikut menyebarkan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, media homeless itu tergabung dalam New Media Forum.
"Kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia. Mas Ipul, New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari di kantor Bakom Pemerintah.
Baca Juga: Agama Yesaya Abraham Apa dan Orang Mana? Viral usai Umpatan di Siaran Langsung TV
Media-media yang disebut tergabung dalam INMF di antaranya Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, Ussfeeds, Bapakbapak.ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, dan TaubaTers.
Kemudian ada pula Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vibes, Unframed, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan Mature Indonesia.
Daftar tersebut menjadi sorotan karena beberapa nama media yang tercantum justru menyatakan tidak mengetahui adanya keterlibatan mereka dalam forum tersebut.
Menurut Qodari, homeless media harus dirangkul untuk menyebarkan beberapa isu. Dia mengatakan, media massa yang terverifikasi Dewan Pers dan homeless media jangan saling dibenturkan.
"Satu catatan bahwa kami mengakui masih ada beberapa isu-isu yang harus disektor oleh new media, ya ini catatan juga nih buat teman-teman new media, baik dengan rekan-rekan di media konvensional maupun dengan lembaga seperti Dewan Pers," kata dia.
