Mulai Tahun Depan HP Wajib Pakai Baterai Lepas Pasang, Apa Dampaknya untuk Pengguna?

Jumat 24 Apr 2026, 07:30 WIB
Ilustrasi pengguna mengganti baterai smartphone secara mandiri sebagai dampak kebijakan “Right to Repair” Uni Eropa yang mulai berlaku 2027. (Sumber: Pexels)

Ilustrasi pengguna mengganti baterai smartphone secara mandiri sebagai dampak kebijakan “Right to Repair” Uni Eropa yang mulai berlaku 2027. (Sumber: Pexels)

Baca Juga: Main Hujan di Aliran Kali, Bocah 4 Tahun asal Bogor Hanyut Terbawa Air

Respons Konsumen: Lebih Ramah dan Hemat

Di sisi pengguna, kebijakan ini mendapat respons positif. Diskusi di berbagai forum teknologi menunjukkan antusiasme terhadap kemudahan mengganti baterai secara mandiri. Banyak yang menilai, baterai adalah komponen paling cepat aus dalam siklus hidup smartphone.

Dengan aturan ini, pengguna dapat memperpanjang usia perangkat tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli unit baru. Selain itu, langkah ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi volume limbah elektronik yang terus meningkat setiap tahun.

Regulasi ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Februari 2027. Artinya, perangkat generasi mendatang yang saat ini masih dalam tahap pengembangan sudah harus menyesuaikan desainnya.

Bagi industri, ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan pergeseran filosofi desain: dari perangkat tertutup menuju produk yang lebih terbuka, mudah diperbaiki, dan berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update