JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group untuk membahas terkait peluang pengembangan transit oriented development (TOD) yang modern dan berkelanjutan untuk mendukung transportasi perkotaan Jakarta.
“Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya,” ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026
Pramono turut menyoroti kesenjangan capaian antara kedua kota yakni Jakarta dan Sehenzen.
Menurutnya, Shenzhen Metro mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari dengan jaringan sekitar 635 kilometer.
Baca Juga: Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
Adapun MRT Jakarta saat ini melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari.
Dia menyebut, kondisi ini menjadi pembelajaran penting untuk mempercepat pengembangan MRT dan kawasan TOD di Jakarta.
“Ini menjadi urgensi, karena mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi,” ucap Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan sistem TOD.
Baca Juga: BBM Makin Mahal, Ini Cara Pramono Anung Ubah Pola Transportasi Warga Jakarta
Pengalaman Shenzhen dapat menjadi rujukan dalam membangun sistem operasional perkeretaapian yang terintegrasi.
“MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Tuhiyat.
Di sisi lain, Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co., Ltd., Huang Liping, menilai langkah Jakarta sudah tepat dalam memprioritaskan sistem TOD sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
“Pengalaman kami menunjukkan, ketika perencanaan metro dilakukan sejak awal, hal itu tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti," kata Huang.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Atas dasar itu, dia mendukung penguatan kemitraan Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik.
"Untuk membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Huang.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group untuk pengembangan kawasan TOD serta pembangunan sistem transportasi terintegrasi di perkotaan. (cr-4).
