Imbas Penarikan Motor, Matel dan Warga Bentrok di Cakung

Rabu 22 Apr 2026, 14:36 WIB
Keributan antara kelompok penagih kendaraan atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa, 21 April 2026 sore. (Sumber: Istimewa)

Keributan antara kelompok penagih kendaraan atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa, 21 April 2026 sore. (Sumber: Istimewa)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Keributan antara kelompok penagih kendaraan atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa, 21 April 2026 sore.

Insiden tersebut dipicu oleh penarikan sepeda motor milik seorang warga yang kemudian berujung pada aksi saling serang di sekitar kantor matel.

Kapolsek Cakung, Ajun Komisaris Polisi Andre Tri Putra, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika seorang warga yang disebut bukan berasal dari wilayah Cakung mengalami penarikan kendaraan oleh pihak matel.

Situasi kemudian memanas setelah yang bersangkutan diduga menghubungi rekan-rekannya.

Baca Juga: Motornya Dirampas Matel di Kalideres Jakbar, Satpam: Cicilan Baru Dibayar

“Jadi awalnya ada warga, tapi bukan warga Cakung, motornya ditarik oleh matel. Mungkin yang bersangkutan kemudian menghubungi teman-temannya,” ujar Andre, Rabu, 22 April 2026.

Tidak terima atas penarikan tersebut, pemilik kendaraan bersama sejumlah rekannya mendatangi kantor matel yang berada di wilayah hukum Polsek Cakung.

Kedatangan mereka memicu ketegangan yang dengan cepat berubah menjadi bentrokan singkat.

“Mungkin kesal dengan penarikan itu, mereka datang ke kantor matel itu. Kebetulan kantornya ada di wilayah kami,” ucap Andre.

Baca Juga: Cicilan Tunggak 2 Bulan, Motor Warga di Cengkareng Jakbar Nyaris Dirampas Matel

Beruntung, kata Andre, keributan berlangsung singkat, diperkirakan hanya sekitar lima hingga sepuluh menit. Sehingga tidak meluas dan situasi cepat kondusif. Namun memang sempat ada aksi saling serang antar mereka.

Ia memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Tidak ada korban, aman. Kejadiannya juga sebentar, sekitar lima sampai sepuluh menit saja,” ucapnya.

Lanjut Andre, jajarannya yang tiba di lokasi langsung bertindak cepat dengan membubarkan massa dan mengamankan situasi.

Baca Juga: Diduga Kelompok Matel Hentikan Kendaraan Warga di Daan Mogot, Kombes Manang Colek OJK

Polsek Cakung bahkan mengerahkan seluruh personelnya melalui mekanisme Panggilan Luar Biasa (PLB) guna mencegah eskalasi konflik.

“Seluruhnya (anggota polsek), PLB (Panggilan Luar Biasa) semua, kita suruh merapat sana semua biar tidak ada korban kan,” tutur Andre.

Selain itu, aparat kepolisian juga mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat untuk meredam ketegangan. Para pelaku keributan disebut bukan warga setempat dan akhirnya membubarkan diri setelah situasi mereda.

Sementara itu, pihak kantor matel dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi ke Polres terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Aplikasi Matel yang Sebarkan Data Konsumen

“Kondisi sekarang sudah aman, anggota masih siaga. Insya Allah sudah kondusif,” kata Andre.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @warungjurnalis.

Dalam video yang beredar, terlihat aparat kepolisian berupaya menghalau massa, bahkan membawa pelontar gas air mata sambil meminta warga menjauh dari lokasi kejadian.


Berita Terkait


News Update