Pegiat Urban Farming Khawatirkan Kemarau Panjang Berdampak pada Hasil Panen

Selasa 21 Apr 2026, 09:43 WIB
Ketua Poktan GSG 07 Kembangan, Kasmin, saat sedang melihat tanaman hidroponik yang dia kembangkan di kebun, Senin, 20 April 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

Ketua Poktan GSG 07 Kembangan, Kasmin, saat sedang melihat tanaman hidroponik yang dia kembangkan di kebun, Senin, 20 April 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Petani Kota (Urban Farming) di wilayah DKI Jakarta, Bambang Sutrisno mengkhawatirkan kemarau panjang yang berpotensi terjadi berdasarkan prediksi BMKG.

Menurut pegiat urban farming wilayah DKI Jakarta, Bambang Sutrisno, selama persediaan air ada maka urban farming akan terus panen.

"Kalau untuk Jakarta sendiri, saya kan tingkat urban farming wilayah DKI Jakarta, selama airnya masih ada, ya masih aman-aman aja. Kecuali pasokan air nih enggak ada, susah, kesulitan air khusus wilayah Jakarta, itu yang dikhawatirkan," kata Bambang kepada Pos Kota, Senin, 20 April 2026.

Bambang mengatakan, sejauh ini urban farming di Kota Jakarta sangat baik dan berjalan maksimal. Hal ini bisa dilihat dari hasil panen yang dilakukan di masing-masing kelompok tani (Poktan).

Baca Juga: Pemkot Jaktim Manfaatkan 1.500 Meter Lahan Kolong Tol Becakayu untuk Urban Farming

"Kalau yang pakai media tradisional, nah itu buruh banget air. Jadi enggak boleh kering," ungkapnya.

Disampaikan Bambang, jika musim kemarau tiba, biasanya para petani telah menyiapkan langkah diantaranya membuat semacam tempat penampungan air hujan.

Tujuannya adalah untuk menampung air hujan dan nantinya air hujan sebagai persediaaan dan digunakan untuk menyiram tanaman.

"Saya pernah lihat di teman saya tuh dia punya penampungan air lumayan luas lah, kayak kolam renang cuma posisinya tampungan airnya itu di bawah tanah itu," ungkapnya.

Baca Juga: Lahan Kumuh jadi Kebun Hijau, Cerita Agus Dirikan Urban Farming di Kolong Tol Becakayu

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan, yang diresahkan petani kota khususnya urban farming saat ini adalah terkait kenaikan harga pupuk yang disebut terus meningkat.


Berita Terkait


News Update