Memanas! Iran Ogah Runding dengan Amerika di Tengah Ancaman Trump dan Blokade Hormuz

Selasa 21 Apr 2026, 15:09 WIB
Iran ogah runding dengan Amerika di tengah ancaman Trump dan blokade Hormuz. (Sumber: Generated AI)

Iran ogah runding dengan Amerika di tengah ancaman Trump dan blokade Hormuz. (Sumber: Generated AI)

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemerintah Iran dengan tegas menyatakan menolak melanjutkan perundingan dengan Washington apabila proses diplomasi dilakukan di bawah tekanan dan ancaman.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menerima negosiasi yang dibayangi intimidasi dari Presiden AS Donald Trump.

Sikap keras tersebut muncul di tengah memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan dunia.

Iran Tolak Diplomasi di Bawah Tekanan

Ilustrasi. Iran tolak diplomasi di bawah tekanan. (Sumber: Generated)

Dalam pernyataannya melalui platform X pada Senin, 20 April 2026, Ghalibaf menyebut langkah Washington justru mengubah meja perundingan menjadi sarana penyerahan diri.

Baca Juga: AS Pasang Hadiah Rp169 Miliar: Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Menurutnya, ancaman yang terus dilontarkan Trump hanya akan memperburuk peluang tercapainya solusi damai.

Ia bahkan menuding AS berusaha menggunakan tekanan politik dan militer untuk membenarkan kemungkinan pecahnya kembali konflik bersenjata.

“Iran tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman,” tegas Ghalibaf.

Ia juga mengungkapkan bahwa Iran telah menyiapkan sejumlah opsi militer baru jika masa gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan berakhir tanpa kesepakatan pada pekan ini.

Blokade Selat Hormuz Picu Eskalasi

Pernyataan keras Iran muncul setelah Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran sejak pekan lalu.

Teheran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang saat ini masih berlangsung.


Berita Terkait


News Update