Situasi semakin rumit setelah Trump memperingatkan bahwa AS siap menargetkan infrastruktur vital Iran apabila Teheran menolak syarat-syarat yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik.
Ancaman ini memicu kekhawatiran global, terutama di pasar energi dan jalur perdagangan internasional.
Baca Juga: Hancur Total atau Kalah Besar? Pertaruhan Maut Trump dan Netanyahu Lawan Iran
Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan Dunia
Kekhawatiran internasional meningkat setelah Iran sempat menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka untuk lalu lintas maritim pada Jumat lalu, namun sehari kemudian kembali membatasi pergerakan kapal di kawasan tersebut.
Media pemerintah Iran menyebut keputusan itu diambil karena Amerika Serikat dinilai belum memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan gencatan senjata.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur laut paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak global.
Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi mengguncang harga energi dunia.
Baca Juga: Iran Balas Dendam: AS Kehilangan Aset Militer Rp31 Triliun dalam 4 Hari
Perundingan di Pakistan Belum Temui Titik Terang
Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah pertemuan langsung tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran pada 11–12 April 2026 di Islamabad.
Pertemuan tersebut menjadi kontak diplomatik paling signifikan sejak kedua negara memutuskan hubungan resmi pada 1979.
Namun, perundingan berakhir tanpa terobosan berarti.
Trump sebelumnya mengumumkan delegasi AS akan kembali terbang ke Islamabad untuk putaran negosiasi lanjutan, tetapi hingga kini Iran belum memberikan konfirmasi resmi untuk hadir.
